Senin, 24 August 2026 00:00 UTC

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat diwawancarai di Vasa Hotel, Minggu, 23 Agustus 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa partainya membuka peluang bagi Tri Rismaharini kembali diusung dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2029.
Hasto menyebut Risma sebagai salah satu kader yang memiliki rekam jejak kepemimpinan dan pengalaman politik. Perjalanan karier Risma, menurut dia, juga menjadi salah satu contoh keberhasilan kaderisasi di tubuh PDIP.
Risma sebelumnya merupakan aparatur sipil negara (ASN) sebelum masuk ke dunia politik. Setelah mendapat ruang politik dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Risma dipercaya menjadi Wali Kota Surabaya selama dua periode.
“Ibu Tri Rismaharini misalnya, direkrut dari kalangan ASN yang menggembleng kepemimpinannya dan kemudian bertemu dengan Ibu Mega dan diberikan ruang untuk menjadi Wali Kota dua periode dan sangat berhasil,” kata Hasto.
Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai wali kota, Risma dipercaya menjadi Menteri Sosial. Pada Pilkada 2024, PDIP kemudian kembali memberikan mandat kepada Risma dengan mengusungnya sebagai calon Gubernur Jawa Timur berpasangan dengan Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans.
Hasto menilai perjalanan tersebut merupakan salah satu success story kaderisasi PDIP dalam menyiapkan pemimpin. Menurut dia, partainya memiliki sejumlah pengalaman serupa dalam mencetak kader yang kemudian menjadi kepala daerah.
“Jadi, PDI Perjuangan memiliki banyak success story terkait dengan para kepala daerah,” ujarnya.
Meski nama Risma berpeluang kembali dipertimbangkan, Hasto menegaskan PDIP tidak hanya menyiapkan satu figur untuk Pilgub Jatim 2029. Proses kaderisasi tetap terbuka bagi kader lain yang dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ya, kalau kami melakukan penggroomingan (pengaderan). Jadi, mereka-mereka yang punya potensi sebagai pemimpin dan kemudian mampu menjawab harapan rakyat, itu diberikan ruang di PDI Perjuangan,” kata Hasto, Minggu (23/8/2026).
Hasto menyebut PDIP memiliki sejumlah sumber kader yang dapat diproyeksikan untuk kontestasi politik mendatang. Di antaranya 12 kepala daerah serta anggota DPR RI dari Jawa Timur yang disebutnya berjumlah sekitar 19 orang.
“Kami punya 12 kepala daerah. Ada calon yang muncul dari anggota DPR RI, kami punya anggota DPR RI yang cukup signifikan sekitar 19 dari Jawa Timur,” ujarnya.
Selain kader yang sudah memiliki pengalaman politik, PDIP juga membuka ruang bagi generasi muda untuk dipersiapkan menjadi pemimpin. Hasto menyebut karakter dan semangat perjuangan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses tersebut.
“Termasuk bagi anak-anak muda. Syaratnya adalah anak-anak muda yang memiliki jiwa dan spirit seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan para tokoh-tokoh bangsa lainnya,” ujarnya.
Menurut Hasto, penentuan calon yang akan maju dalam Pilgub Jatim 2029 nantinya merupakan bagian dari proses politik dan kaderisasi partai. PDIP, kata dia, tidak hanya mengandalkan figur tertentu, tetapi juga mempersiapkan mesin partai untuk menghadapi berbagai kontestasi politik.
“Dengan solidnya mesin partai, ini menjadi modal bagi pemenangan Pemilu Gubernur, kepala daerah yang akan datang, dan Pemilu Legislatif serta Presiden,” katanya.
Ia menambahkan, kaderisasi juga dilakukan melalui pendidikan politik dan rekrutmen terbuka. Karena itu, peluang untuk menjadi calon pemimpin tidak hanya terbuka bagi kepala daerah maupun anggota legislatif.
“Partai juga melakukan pendidikan politik dan rekrutmen secara terbuka,” kata Hasto.
Meski demikian, hingga kini PDIP belum menetapkan figur yang akan ditugaskan maju dalam Pilgub Jatim 2029.
Nama Risma menjadi salah satu yang berpotensi masuk dalam pertimbangan partai, mengingat pengalaman kepemimpinannya di Surabaya, pemerintahan pusat, hingga kontestasi Pilgub Jatim 2024.
