Sabtu, 15 August 2026 12:32 UTC

Novita Hardini saat menyerahkan bantuan bibit pisang Cavendish untuk warga. Foto: Satria
JATIMNET.COM, Ponorogo – Anggota DPR RI Komisi VII dari daerah pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur, Novita Hardini, mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, dalam memberdayakan masyarakat melalui budidaya pisang Cavendish.
Novita menyampaikan apresiasi tersebut saat menggelar reses di Desa Bringinan, Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam kunjungan itu, ia melihat langsung program pemberdayaan warga sekaligus menyerap aspirasi masyarakat terkait berbagai kebutuhan pembangunan desa.
Sejumlah warga menyampaikan aspirasi pembangunan dalam dialog bersama Novita. Ia mengatakan, masukan tersebut akan menjadi bahan yang dibawa dan diperjuangkan sesuai kewenangan serta kapasitasnya sebagai anggota DPR RI.
Selain menyerap aspirasi, Novita turut mendukung program pemberdayaan yang digagas Kepala Desa Bringinan Barno. Ia menyerahkan bibit pisang Cavendish kepada sejumlah perwakilan warga untuk dikembangkan di lingkungan masing-masing.
Masyarakat dapat menanam bibit tersebut di pekarangan rumah maupun lahan pertanian yang tersedia. Program itu diharapkan mampu membuka peluang penghasilan tambahan bagi warga melalui sektor pertanian.
BACA: Lomba Agustusan Jadi Ajang Adu Kompak ASN Pemkab Ponorogo
Novita mengaku terkesan dengan inovasi yang dilakukan Pemerintah Desa Bringinan. Menurutnya, Barno tidak hanya menjalankan tugas pemerintahan dan memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menciptakan gagasan pemberdayaan di tengah keterbatasan anggaran desa.
“Saya terkejut, saya apresiasi dan tentunya bangga karena beliau tidak hanya berperan sebagai kepala desa yang mengawal setiap kebutuhan masyarakat di desanya, di beberapa bagian-bagian budget desa yang terbatas, tapi beliau juga sudah menjadi seorang tokoh pemberdayaan yang punya ide-ide segar out of the box,” kata Novita.
Kepala Desa Ikut Jamin Pemasaran Pisang Cavendish
Program budidaya pisang Cavendish di Desa Bringinan menyasar lahan masyarakat, mulai dari pekarangan rumah hingga lahan perkebunan yang sebelumnya hanya dimanfaatkan untuk tanaman tahunan.
Pemerintah Desa Bringinan tidak hanya mendorong warga menanam pisang Cavendish, tetapi juga menyiapkan skema pemasaran hasil panen. Kepala desa akan membeli pisang Cavendish yang dihasilkan warga sehingga petani tidak perlu mencari pembeli saat memasuki masa panen.
Novita menilai pola tersebut dapat memperkuat perekonomian masyarakat karena menghubungkan kegiatan produksi dengan pemasaran dalam satu ekosistem usaha di tingkat desa.
BACA: Jembatan Merah Putih Presisi Buka Kembali Akses Warga Ponorogo
Ia juga menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan program tersebut, baik melalui dukungan moral, materi maupun kebijakan.
“Satu support dukungan moril, kemudian pasti nanti materi juga, kemudian nanti dukungan kebijakan juga,” ujarnya.
Dorong Program Pisang Cavendish Ditiru Desa Lain
Novita berharap inovasi Desa Bringinan tidak berhenti di satu wilayah. Ia mendorong pemerintah desa lain di Kabupaten Ponorogo mengadopsi konsep serupa dengan menyesuaikannya terhadap potensi dan kondisi masing-masing daerah.
“Jika digetoktularkan atau dilaksanakan di beberapa desa yang lain, tentu menjadi kebangkitan ekonomi yang besar bagi Kabupaten Ponorogo,” jelasnya.
Menurut Novita, program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung juga dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga. Ia menilai keberhasilan program berbasis kebutuhan masyarakat dapat membantu membangun kembali kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
“Demokrasi yang hijau saya rasa menjadi alat pacu membangun kembali kepercayaan publik terhadap seluruh unsur birokrasi yang ada,” pungkasnya.
Reses Novita di Desa Bringinan pun tidak hanya menjadi ruang untuk menyerap aspirasi pembangunan. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat dukungan terhadap pengembangan potensi pertanian dan membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui budidaya pisang Cavendish.
