Minggu, 23 August 2026 13:37 UTC

PDI Perjuangan gelar konsolidasi internal untuk langkah di Pemilu 2029, Minggu, 23 Agustus 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkap sejumlah pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada jajaran partai di Jawa Timur. Megawati meminta kader memperkuat struktur hingga tingkat akar rumput sekaligus menanamkan nilai perjuangan Bung Karno kepada generasi muda.
Hasto menyampaikan pesan tersebut dalam agenda konsolidasi partai pascakongres ke-6. Konsolidasi dilakukan melalui pembentukan dan penguatan struktur organisasi mulai dari Pengurus Anak Cabang (PAC), Ranting, hingga Anak Ranting.
“Dengan demikian, setelah PAC dan Ranting terbentuk, dikonsolidasikan oleh Ibu Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri,” kata Hasto, Minggu, 23 Agustus 2026.
Hasto menyebut Jawa Timur memiliki hubungan kuat dengan perjalanan hidup sekaligus pemikiran Bung Karno. Sejumlah kota di Jawa Timur menjadi bagian penting dalam proses pembentukan Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.
“Jawa Timur penuh dengan rekam jejak sejarah Bung Karno. Beliau lahir di Surabaya, kemudian Kota Blitar, dan bersekolah di Mojokerto, kemudian ke Surabaya kembali,” ujarnya.
Menurut Hasto, Megawati kembali mengingatkan posisi Surabaya dalam perjalanan pemikiran Bung Karno. Kota tersebut menjadi salah satu tempat penting yang membentuk pandangan nasionalisme Bung Karno.
“Ibu Mega mengingatkan bahwa dari gemblengan Bung Karno di tempat Hajji Oemar Said Tjokroaminoto, Bung Karno menyatakan bahwa Surabaya adalah dapurnya nasionalisme,” katanya.
Hasto menilai jejak sejarah tersebut perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Menurutnya, generasi penerus tidak cukup hanya mengetahui sejarah bangsa, tetapi juga perlu memahami nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri negara.
“Ibu Mega mengingatkan bahwa ini menjadi pelajaran yang sangat penting, termasuk bagi anak-anak muda,” ucapnya.
Ia mengatakan Megawati juga mendorong generasi muda meneladani perjuangan dan pemikiran para pendiri bangsa. Hasto mencontohkan perjalanan Bung Karno yang telah mulai berjuang sejak usia muda.
“Anak-anak muda hendaknya meneladani perjuangan dan pemikiran legacy para pendiri bangsa. Bung Karno di tempat ini berjuang sejak usia 15 tahun, sejak usia muda,” katanya.
Hasto menuturkan Megawati mengingatkan bahwa kepemimpinan Bung Karno terbentuk melalui proses panjang. Bung Karno, kata dia, menempa dirinya dari lingkungan rakyat biasa hingga tumbuh menjadi pemimpin dengan semangat perjuangan yang kuat.
“Ibu Mega mengingatkan bahwa Bung Karno menggembleng diri menjadi pemimpin itu dari kalangan rakyat biasa, bahkan sebagai seorang pemuda yang miskin tetapi memiliki semangat yang menyala-nyala,” ujarnya.
Selain membangun karakter dan semangat perjuangan, Megawati meminta generasi muda meningkatkan kemampuan intelektual. Hasto mengatakan kemampuan tersebut harus diterapkan untuk membaca dan menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
“Anak-anak muda juga mengembangkan intelektualitasnya, intellectual leadership, dan kemudian dibumikan di dalam berbagai persoalan bangsa,” katanya.
Hasto menambahkan, penguatan kapasitas intelektual diharapkan melahirkan ruang dialog dan pertukaran gagasan. Dari proses tersebut, generasi muda dapat ikut merumuskan pemikiran mengenai arah masa depan Indonesia.
“Sehingga akan dibangun suatu dialektika pemikiran untuk merumuskan arah masa depan,” ujarnya.
Megawati Minta Kader Turun ke Masyarakat
Di luar penguatan generasi muda, Megawati juga meminta seluruh jajaran PDI Perjuangan aktif berada di tengah masyarakat. Pesan tersebut dinilai relevan dengan berbagai persoalan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat.
“Di tengah berbagai persoalan-persoalan moneter, fiskal, sektor riil, sulitnya mencari lapangan pekerjaan, maka seluruh jajaran partai harus turun ke bawah memperkuat akar rumput,” kata Hasto.
Menurut Hasto, kader perlu memperkuat komunikasi politik sekaligus menjalankan fungsi partai secara nyata. Fungsi tersebut mencakup rekrutmen, pendidikan politik, dan kaderisasi.
“Memperkuat komunikasi politik, dan terus menjalankan fungsi-fungsi partai politik seperti rekrutmen, pendidikan politik, kaderisasi,” ujar Hasto.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan kebijakan publik yang diperjuangkan melalui jalur politik benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, kerja politik partai tidak berhenti pada aktivitas organisasi, tetapi memberikan manfaat yang dirasakan rakyat.
“Bagaimana agar kebijakan publik yang dihasilkan partai betul-betul sesuai dengan harapan rakyat,” katanya.
Dorong Solidaritas Sosial dan Gotong Royong
Hasto menyebut Megawati juga menekankan pentingnya solidaritas sosial. Menurutnya, nilai tersebut harus menjadi bagian dari karakter setiap kader PDI Perjuangan dalam menjalankan aktivitas politik dan sosial.
“Partai harus terus meningkatkan solidaritas sosial. Maka mengapa PDI Perjuangan terdepan di dalam membantu korban bencana alam,” ucapnya.
Ia menegaskan kader harus mempertahankan semangat gotong royong, kemanusiaan, dan keadilan. Ketiga nilai tersebut, kata Hasto, perlu terus menjadi dasar dalam menjalankan kerja-kerja partai di tengah masyarakat.
“Ibu juga menyampaikan spirit gotong royong, kemanusiaan, dan keadilan itu harus terus menyala di dada setiap kader partai,” katanya.
Melalui penguatan struktur hingga akar rumput, pembinaan generasi muda, pendidikan politik, serta peningkatan solidaritas sosial, PDI Perjuangan Jatim didorong untuk memperkuat peran partai di tengah masyarakat. Pesan Megawati tersebut sekaligus menempatkan kaderisasi dan kerja nyata sebagai bagian penting dari konsolidasi partai.
