Kamis, 20 August 2026 13:53 UTC

Emil Dardak memberikan sambutan usai mengembalikan formulir calon Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Kamis, 20 Agustus 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Emil Elestianto Dardak resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Jatim. Wakil Gubernur Jawa Timur itu mengembalikan formulir pendaftaran pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Emil mengatakan keputusannya maju dalam kontestasi tersebut tidak lahir dari kepentingan pribadi. Ia menyebut pencalonannya merupakan hasil komunikasi dengan para Ketua DPC Partai Demokrat di Jawa Timur serta sejumlah senior partai.
"Dengan segala kerendahan hati merasa sangat terhormat dari komunikasi hati ke hati dengan segenap Ketua DPC. Kami mengakui segala kekurangan dalam perjalanan memimpin Partai Demokrat, tetapi di saat yang sama dengan semangat menyongsong masa depan yang lebih baik lagi,” kata Emil, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut Emil, komunikasi dengan jajaran DPC menjadi bagian penting dalam menentukan langkahnya mengikuti Musda VI. Ia menyebut proses tersebut mencerminkan pola pengambilan keputusan secara kolektif dan kolegial di internal Partai Demokrat.
“Kami memang kolektif-kolegial. Kami semangat mengelola partai itu semua Ketua DPC harus selalu rembuk. Sehingga dapat dikatakan ini adalah sebuah proses yang sangat sejalan dengan yang dicita-citakan founding fathers pendiri bangsa kita, bahwa sebelum ngomong berapa-berapa, ternyata semua bisa memiliki kesamaan niat,” ujarnya.
Selain berkomunikasi dengan Ketua DPC, Emil mengaku meminta masukan dari para senior Partai Demokrat di Jawa Timur. Masukan tersebut ia gunakan untuk mengevaluasi kepemimpinannya selama periode sebelumnya.
“Kami dengan pikiran sangat terbuka meminta masukan-masukan mengenai bagaimana yang lebih baik. Bukan hanya ke teman-teman DPC, tetapi juga kepada segenap senior-senior partai yang tidak menjadi Ketua DPC. Masukan mereka sangat berharga untuk kami melakukan refleksi terhadap kepemimpinan selama periode terakhir,” katanya.
Emil juga mengapresiasi panitia Musda VI Partai Demokrat Jatim yang telah menjalankan tahapan pendaftaran sesuai aturan organisasi. Ia menyebut seluruh proses tersebut berlangsung dengan supervisi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
Emil Dardak Tegaskan Dukungan kepada AHY
Dalam proses pencalonannya sebagai Ketua Demokrat Jatim, Emil juga menegaskan dukungan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Emil menilai kepemimpinan AHY memberikan arah yang baik bagi Partai Demokrat dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. Karena itu, ia menyatakan ingin terus mendukung kepemimpinan AHY.
“Kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono adalah kepemimpinan yang sangat baik bagi Partai Demokrat dalam pengabdiannya pada bangsa dan negara. Kami tentunya ingin mendukung kepemimpinan beliau,” tuturnya.
Terkait peluang dirinya menjadi calon tunggal dalam Musda VI, Emil memilih tidak mendahului proses organisasi. Ia menyerahkan seluruh tahapan pencalonan kepada mekanisme yang telah ditetapkan Partai Demokrat.
Emil juga belum berbicara mengenai komposisi kepengurusan apabila kembali dipercaya memimpin Demokrat Jatim. Menurut dia, penentuan posisi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) merupakan kewenangan formatur sesuai aturan organisasi.
“Kalau soal struktur, saya rasa sekarang belum bisa. Ini kita bicara Musda. Musda ini artinya kami ikuti dulu, enggak boleh mendahului. Adapun terkait KSB itu formatur. Nanti formatur sudah ada aturan organisasinya, dan DPP juga menjadi bagian dari proses tersebut,” katanya.
Emil menegaskan dirinya siap mengikuti seluruh tahapan Musda VI sesuai mekanisme organisasi. Ia mengatakan semangat pembaruan tetap menjadi bagian dari kepemimpinannya jika kembali dipercaya memimpin Demokrat Jawa Timur.
“Semangat kita selalu baru. Artinya setiap harinya selalu ada semangat untuk menyongsong hal-hal yang baru,” katanya.
Musda VI Partai Demokrat Jawa Timur menjadi forum untuk menentukan kepemimpinan DPD Demokrat Jatim sekaligus menentukan arah konsolidasi organisasi di tingkat provinsi. Emil kini resmi masuk dalam proses pencalonan setelah mengembalikan formulir pendaftaran.
