Minggu, 23 August 2026 09:00 UTC

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur HM. Said Abdullah saat memberikan sambutan dalam Konsolidasi internal PDI Perjuangan Jatim di Hotel Vasa Surabaya, Minggu, 23 Agustus 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya – PDI Perjuangan Jawa Timur (PDIP Jatim) mulai menyiapkan langkah menghadapi kontestasi politik 2029.
Selain menargetkan perolehan kursi terbanyak di DPRD, partai berlambang banteng moncong putih ini juga membidik kemenangan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim.
Target tersebut disampaikan Ketua DPD PDIP Jatim HM Said Abdullah saat melaporkan hasil konsolidasi internal partai di hadapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan jajaran pengurus PDIP se-Jawa Timur, Minggu, 23 Agustus 2026.
“Namun, kami tidak berhenti pada Pileg 2029. Sekaligus juga kami berkomitmen, baik DPD, DPC, fraksi, bahwa sudah waktunya PDI Perjuangan Jawa Timur punya Gubernur Jawa Timur,” kata Said.
Ambisi merebut kursi gubernur menjadi pekerjaan tersendiri bagi PDIP Jatim. Dalam beberapa kali Pilgub Jatim, calon yang diusung partai tersebut belum berhasil memenangkan kontestasi.
PDIP pernah mengusung Soetjipto Soedjono-Ridwan Hisjam pada 2008, Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah pada 2013, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno pada 2018, serta Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans pada 2024.
Said menyebut target tersebut tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan kerja politik menjelang pemilu. PDIP Jatim, kini mulai memetakan kembali kekuatan partai hingga tingkat bawah, termasuk sampai tempat pemungutan suara (TPS).
Menurut dia, pemetaan dilakukan berbasis data untuk mengetahui wilayah yang menjadi basis kuat PDIP sekaligus daerah yang masih membutuhkan penguatan.
“Jawa Timur menuju 2029, kembali menang, kembali nomor satu. Konsolidasi internal terus kami lakukan karena itu menjadi milik kita semua,” ujarnya.
PDIP Jatim, kata Said, telah memiliki dashboard teknologi informasi untuk memetakan kekuatan partai. Data tersebut mencakup nama, wilayah, hingga titik yang dinilai masih lemah.
“Di mana kami punya kekuatan, siapa namanya, alamatnya, di mana kami belum kuat dan di mana kami masih lemah, datanya sudah kami punya untuk menghadapi 2029,” katanya.
Langkah itu menjadi bagian dari evaluasi terhadap hasil Pemilu 2024. Pada Pemilu 2019, PDIP memperoleh 20 kursi DPR RI dari daerah pemilihan Jatim. Jumlah tersebut turun menjadi 19 kursi pada Pemilu 2024.
Penurunan juga terjadi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Perolehan kursi PDIP di DPRD Jatim berkurang enam kursi, sedangkan di DPRD kabupaten/kota turun delapan kursi.
Said mengatakan, evaluasi nantinya tidak berhenti pada perolehan kursi secara keseluruhan. Partai akan membedah hasil pemilu berdasarkan daerah pemilihan hingga tingkat TPS.
“Kami tidak hanya ingin memenangkan agregat yang kita sampaikan, tetapi lebih dari itu akan kami bedah semua di setiap dapil, setiap kabupaten, setiap kecamatan, setiap kelurahan sampai di TPS-TPS,” ucapnya.
Untuk memperkuat basis tersebut, anggota legislatif PDIP juga akan didorong lebih aktif turun ke masyarakat. Kegiatan reses akan dijadikan salah satu bahan evaluasi untuk mengukur kerja politik kader di lapangan.
Said menyebut mulai awal 2027, anggota DPR RI dan DPRD Jatim dari PDIP akan diarahkan melakukan reses berdasarkan pemetaan wilayah yang telah ditentukan partai.
“Untuk awal 2027, seluruh anggota DPR RI yang reses, seluruh anggota DPRD Provinsi yang reses akan mendapat surat cinta dari DPD. Di mana resesnya, kabupaten mana resesnya, kelurahan mana resesnya, karena itu bagian dari evaluasi untuk sekaligus menuju kemenangan di 2029,” ujarnya.
Aktivitas kader dan anggota legislatif tersebut juga akan dievaluasi melalui survei setiap enam bulan. PDIP Jatim ingin mengetahui sejauh mana kehadiran kader dan anggota legislatif dirasakan masyarakat.
“Setiap enam bulan kami akan melakukan survei untuk keperluan internal sampai di mana efektivitas kerja-kerja yang kami lakukan,” kata Said.
Bagi Said, konsolidasi tersebut bukan hanya untuk mengejar tambahan kursi legislatif. Penguatan struktur hingga tingkat bawah juga dipersiapkan sebagai modal menghadapi Pilgub Jatim.
Ia menegaskan target memiliki gubernur dari kader PDIP bukan sekadar wacana. “Sudah waktunya PDI Perjuangan Jawa Timur punya Gubernur Jawa Timur,” tegasnya.
Pada Pilgub Jatim 2024, PDIP mengusung pasangan Tri Rismaharini-Gus Hans. Pasangan tersebut menjadi representasi koalisi nasionalis dan santri yang diharapkan mampu merebut kepemimpinan Jatim.
Kini, menghadapi agenda politik 2029, Said meminta seluruh kader bergerak dengan target yang sama. Bukan hanya memenangkan Pileg, tetapi juga menyiapkan jalan menuju Pilgub Jatim.
“Bukan hanya DPD, bukan hanya DPC, bukan hanya fraksi, bukan hanya bupati, bukan hanya wali kota. Kita semua kader PDI Perjuangan yang dibesarkan oleh PDI Perjuangan punya kewajiban yang sama, tekad yang sama untuk memenangkan Pileg dan Pilgub yang akan datang,” katanya.
