Kamis, 20 August 2026 14:01 UTC

Emil Dardak saat menyerahkan berkas pendaftaran calon Ketua DPD Partai Demokrat Jatim kepada panitia penjaringan. Foto: Khaesar
JATIMNET.COM, Surabaya – Emil Elestianto Dardak mendorong Partai Demokrat Jawa Timur memperkuat hubungan dengan masyarakat hingga tingkat akar rumput. Menurut dia, partai politik harus mampu menjaga kedekatan dengan masyarakat di tengah perubahan situasi global dan dinamika sosial.
Gagasan tersebut disampaikan Emil setelah mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Jatim, Kamis, 20 Agustus 2026.
Emil menilai penguatan basis sosial menjadi kebutuhan penting bagi Partai Demokrat. Ia ingin kader partai hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika momentum politik atau pemilu tiba.
“Dunia terus berubah dan kita tahu bahwa kita ada di tengah gonjang-ganjing situasi global. Maka memperkokoh akar itu menjadi sangat penting. Lekat kepada masyarakat,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim ini.
Menurut Emil, sejumlah kader Demokrat di berbagai daerah telah menunjukkan kehadiran tersebut melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan kader yang membantu warga mengakses layanan pengobatan hingga ikut menangani persoalan kekeringan.
Emil menegaskan pola tersebut perlu diperkuat agar masyarakat merasakan kehadiran kader Demokrat secara berkelanjutan.
“Jangan pas lagi mencari suara saja. Justru hari inilah kita harus betul-betul hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Emil Dorong Penguatan Struktur hingga Anak Ranting
Selain memperkuat kedekatan dengan masyarakat, Emil ingin Partai Demokrat Jatim membangun struktur organisasi hingga tingkat anak ranting. Menurut dia, struktur akar rumput menjadi bagian penting untuk memastikan partai memahami persoalan yang dihadapi masyarakat di setiap wilayah.
Namun, Emil mengingatkan penguatan organisasi tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama di seluruh Jawa Timur. Setiap daerah memiliki karakter, kebutuhan, dan persoalan yang berbeda sehingga membutuhkan strategi yang disesuaikan.
“Program bisa sama, tetapi cara melaksanakannya bisa berbeda. Kami ingin memperkuat struktur sampai ke akar rumput, dalam hal ini anak ranting. Setiap daerah punya kekhususannya masing-masing. Saya tidak bisa menyamakan Bojonegoro dengan Bondowoso,” ucapnya.
Ia juga menilai Surabaya memiliki karakter dan tantangan yang berbeda dibandingkan daerah lain. Karena itu, Emil ingin DPD dan DPC membangun komunikasi yang lebih intensif dalam menyusun serta menjalankan program partai.
Menurut dia, DPC harus memiliki ruang lebih besar untuk memimpin pelaksanaan program di wilayah masing-masing. Dengan cara tersebut, agenda organisasi dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat.
“Kami sedang mencari format bagaimana komunikasi bahkan bisa lebih intensif, lebih sering, dan desain program itu saya ingin DPC, program DPD pun DPC lead di depan,” katanya.
Program Demokrat Jatim Harus Sesuai Kebutuhan Daerah
Emil mengatakan pendekatan berbasis karakter wilayah membutuhkan perhatian lebih besar dari jajaran pengurus. Partai perlu mengidentifikasi persoalan setiap daerah secara mendalam sebelum menentukan program yang akan dijalankan.
Ia menilai cara tersebut penting agar program Partai Demokrat tidak berhenti sebagai agenda internal organisasi. Program harus mampu memberikan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Tentu treatment harus berbeda. Artinya harus lebih banyak waktu yang didedikasikan untuk mengidentifikasi segala kekhususan yang ada di masing-masing wilayah,” ujarnya.
Emil menilai pola komunikasi antara DPD dan DPC menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan strategi tersebut. DPD perlu memahami kondisi setiap daerah, sementara DPC memiliki pengetahuan lebih dekat mengenai persoalan masyarakat di wilayahnya.
Pendekatan itu sekaligus menjadi upaya memperkuat posisi Partai Demokrat di tengah masyarakat Jawa Timur. Emil ingin kader tidak hanya aktif ketika membutuhkan dukungan politik, tetapi terus membangun hubungan melalui kerja nyata.
Jika nantinya kembali dipercaya memimpin Demokrat Jatim, penguatan akar rumput hingga anak ranting menjadi salah satu agenda yang ingin ia dorong. Emil menekankan setiap wilayah tetap membutuhkan pendekatan berbeda agar kerja politik partai benar-benar sesuai dengan karakter dan kebutuhan masyarakat.
