Logo

Siswa MI di Tuban Diduga Dipukul Kayu hingga Berdarah

Reporter:,Editor:

Jumat, 02 October 2026 08:00 UTC

Siswa MI di Tuban Diduga Dipukul Kayu hingga Berdarah

Ilustrasi pemukulan dengan kayu oleh siswa. Foto: magnific.com

JATIMNET.COM, Tuban – Seorang Siswa kelas 5 MI di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban diduga dipukul kayu hingga kepalanya berdarah.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 30 September 2026 itu bermula dari pertandingan tarik tambang di lingkungan sekolah. Kakak korban berinisial A menduga, kekalahan kelompok lawan memicu tindakan kekerasan terhadap adiknya.

“Awalnya, adik saya ikut tarik tambang. Adik saya yang menang, musuhnya kalah dan ternyata (musuhnya) nggak terima,” ujar A kepada Jatimnet, Jumat, 2 Oktober 2026.

Berdasarkan keterangan adiknya, A menduga korban dipukul menggunakan potongan kayu bekas kursi hingga mengalami luka di kepala. Korban kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

Namun, keluarga mengaku belum mengetahui identitas siswa yang diduga melakukan pemukulan tersebut. Mereka pun meminta penjelasan kepada pihak sekolah mengenai penyebab luka yang dialami korban.

Menurut A, pihak sekolah menjelaskan bahwa luka tersebut terjadi akibat benturan dengan tembok. Namun, keluarga meragukan penjelasan itu karena mengaku tidak menemukan bekas benturan pada tembok yang dimaksud. “Dugaan saya bullying itu,” tuturnya.

A mengatakan, kondisi adiknya masih mengalami pusing setelah kejadian tersebut. “Katanya sampai kemarin masih gliyeng (pusing),” katanya.

Keluarga berharap pihak sekolah menelusuri kejadian tersebut secara menyeluruh dan terbuka mengungkap hasilnya. Mereka juga meminta sekolah tidak melindungi siswa yang terbukti melakukan kekerasan agar kejadian serupa tidak terulang.

A bahkan berencana melaporkan kejadian tersebut kepada polisi apabila pihak sekolah tidak menindaklanjutinya. “Apabila tidak ditindaklanjuti (oleh sekolah), saya berencana melaporkannya ke polisi,” tegasnya.

Dugaan kekerasan terhadap siswa tersebut turut menjadi perhatian Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban.

Kepala Kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum, mengatakan akan menelusuri informasi mengenai kejadian tersebut.“Saya cek dulu nggih,” katanya saat dikonfirmasi Jatimnet.com.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, kepala madrasah yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirimkan jurnalis terkait dugaan kekerasan tersebut belum mendapat balasan.