Minggu, 04 October 2026 12:33 UTC

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan combine harvester kepada kelompok tani di Desa Sumbertebu, Mojokerto, Minggu, 4 Oktober 2026. Foto: Wanto
JATIMNET.COM, Mojokerto – Petani di Kabupaten Mojokerto kini mendapat dukungan alat pertanian modern untuk mempercepat panen dan mengurangi kehilangan hasil produksi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan lima pompa air dan dua combine harvester kepada kelompok tani sebagai bagian dari penguatan modernisasi pertanian.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan tersebut secara langsung di Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Minggu, 4 Oktober 2026.
Khofifah mengatakan penggunaan teknologi dapat membantu petani meningkatkan efisiensi usaha tani. Langkah tersebut juga penting untuk menghadapi perubahan cuaca sekaligus menjaga produksi pangan.
"Penyaluran bantuan alsintan ini kita awali dari Kabupaten Mojokerto. Besok kita akan ke Kabupaten Blitar, berikutnya ke Magetan dan seterusnya," ujar Khofifah.
BACA: Jangan Sembarangan Bakar Sambah, Damkar Jember Ungkap Penyebab 71 Kasus Kebakaran di September 2026
Khofifah juga mengajak masyarakat mensyukuri capaian Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur yang tercatat sebagai yang tertinggi di Pulau Jawa.
Menurut dia, capaian tersebut perlu terus diperkuat agar peningkatan sektor pertanian berjalan seiring dengan kesejahteraan petani.
"Kita mensyukuri kembali bahwa Nilai Tukar Petani di Jawa Timur juga tertinggi se-Jawa. Mudah-mudahan ini bisa terus memberikan penguatan kesejahteraan bagi para petani yang ada di Jawa Timur," ungkapnya.
Khofifah menilai penggunaan combine harvester dapat menekan kehilangan hasil panen secara signifikan dibandingkan pemanenan secara manual.
"Kalau dipanen manual, losses-nya bisa 9 sampai 11 persen. Kalau pakai combine harvester, losses-nya kira-kira tinggal 1 sampai 2 persen," jelasnya.
Ia meminta kelompok tani penerima bantuan tidak hanya menggunakan alsintan untuk kepentingan anggotanya. Kelompok tani juga diharapkan meminjamkan atau menyewakan peralatan tersebut kepada petani lain yang membutuhkan.
Dengan cara itu, manfaat bantuan pemerintah dapat menjangkau lebih banyak petani dan tidak berhenti pada kelompok penerima.
Lima Pompa Air dan Dua Combine Harvester
Dalam penyaluran tahap awal di Mojokerto, Pemprov Jatim memberikan lima unit pompa air kepada kelompok tani di Kecamatan Kutorejo dan Trowulan.
BACA: Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Jadi Kapolda Jatim, Ini Rekam Jejaknya
Empat unit pompa air diserahkan kepada Poktan Rukun Makmur II di Desa Payungrejo, Poktan Tani Jaya di Desa Gedangan, Poktan Sumber Makmur di Desa Wonodadi, dan Poktan Mardi Tani di Desa Karangdiyeng. Keempat kelompok tani tersebut berada di Kecamatan Kutorejo.
Satu unit pompa air lainnya diberikan kepada Poktan Sejahtera IV di Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan.
Sementara itu, Pemprov Jatim menyerahkan dua unit combine harvester berukuran besar. Bantuan tersebut diterima Poktan Tani Makmur di Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, dan Poktan Rukun Tani di Desa Ngimbangan, Kecamatan Mojosari.
Pemprov Jatim menyalurkan pompa air melalui Program Fasilitasi Peningkatan Produksi Agro Hub. Sementara itu, bantuan combine harvester diberikan melalui Program Hilirisasi dan Korporasi Petani.
Pompa Air Disiapkan Hadapi Kemarau Panjang
Khofifah juga menekankan pentingnya pompa air untuk mengantisipasi potensi kemarau panjang. Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian.
Pemprov Jatim telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan air. Upaya tersebut antara lain melalui salat istiska dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung sejak 6 September 2026.
"Kita memang harus agak sabar. Kalau ada awan yang bergerak, BMKG memberikan informasi. Sejak 6 September lalu, kita sudah melakukan upaya modifikasi cuaca. Ada hujan ringan, ada juga hujan sedang," tuturnya.
BACA: Kasus Dugaan Pemukulan Siswa MI di Tuban Berakhir Damai
Penyaluran combine harvester mendapat sambutan positif dari Karsono (70), anggota Poktan Tani Makmur Desa Sumbertebu. Ia bersyukur kelompok taninya kini memiliki mesin panen sendiri.
Sebelumnya, petani di wilayah tersebut kerap kesulitan memperoleh mesin panen ketika memasuki musim panen. Mereka harus menunggu ketersediaan alat meskipun tanaman padi sudah siap dipanen.
Kondisi tersebut dapat memperlambat proses panen sekaligus meningkatkan risiko kehilangan hasil produksi.
"Alhamdulillah, senang banget. Petani sini tidak kesulitan mencari combine dari jauh-jauh. Sekarang punya sendiri," ungkap Karsono.
Karsono mengatakan petani di wilayahnya biasanya menerapkan pola tanam padi dua kali dan jagung satu kali dalam setahun. Ia berharap keberadaan mesin panen tersebut dapat mempercepat proses panen dan meningkatkan efisiensi pada musim tanam berikutnya.
Penyerahan bantuan alsintan itu turut dihadiri Camat Bangsal, Danramil, Kapolsek Bangsal, serta pimpinan kelompok tani penerima bantuan.
