Sabtu, 03 October 2026 09:19 UTC

Irjen Pol Dekananto Eko Purwono ditunjuk menjadi Kapolda Jatim, Sabtu, 3 Oktober 2026. Foto: Humas Polda Jatim
JATIMNET.COM, Surabaya – Irjen Pol Dekananto Eko Purwono mendapat tugas baru sebagai Kapolda Jawa Timur. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuknya untuk menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto.
Pergantian tersebut tertuang dalam surat telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP/2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Dalam telegram yang sama, Nanang Avianto mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Dekananto sebelumnya menjabat Wakapolda Metro Jaya. Perwira tinggi Polri kelahiran Bojonegoro itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dan memiliki pengalaman panjang di bidang intelijen dan keamanan (Intelkam).
Dekananto lahir di Bojonegoro pada 8 Agustus 1972. Kariernya mulai mendapat perhatian ketika ia menjabat Kapolres Tabanan, Polda Bali, pada 2012.
Setelah itu, Dekananto menempati sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri. Pada 2018, ia dipercaya menjadi Kasubdit Kehidupan Bernegara Ditsosbud Baintelkam Polri.
Pengalamannya di bidang intelijen kemudian membawanya kembali bertugas di Jawa Timur. Pada 2022, Dekananto menjabat Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Jatim.
Salah satu program yang menonjol selama Dekananto memimpin Direktorat Intelkam Polda Jatim adalah penertiban tugu perguruan silat yang dinilai berpotensi memicu konflik antarkelompok.
BACA: Hakim MK Pertanyakan Pengecualian Syarat Pendidikan
Sebanyak 686 tugu silat di sejumlah daerah di Jawa Timur dibongkar dan dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meredam potensi konflik antarkelompok perguruan pencak silat di Jawa Timur.
Program penertiban tersebut juga mendapat dukungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim. Sebelumnya, lembaga tersebut menerbitkan surat edaran pada 26 Juni 2023 terkait penertiban tugu perguruan silat.
Selain menangani potensi konflik antarkelompok, Dekananto juga menjalankan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bertugas di Jawa Timur. Ia juga membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok suporter sepak bola.
Setelah sekitar dua tahun menjadi Dirintelkam Polda Jatim, Dekananto mendapat penugasan sebagai Dirintelkam Polda Metro Jaya pada 2024.
BACA: Sex Toy dan Bilik Asmara di Lapas Belum Jadi Kebijakan
Belum genap setahun menduduki jabatan tersebut, ia kembali mendapat tugas baru. Pada 2025, Dekananto diangkat menjadi Direktur Politik Baintelkam Polri menggantikan Brigjen Pol Deddy Kusuma Bakti.
Jabatan itu menempatkannya dalam struktur Baintelkam Polri yang menangani bidang politik sebagai bagian dari fungsi intelijen keamanan.
Pada 5 Agustus 2025, Dekananto kembali mendapat penugasan di Polda Metro Jaya setelah dilantik sebagai Wakapolda Metro Jaya. Dalam jabatan tersebut, ia membantu Kapolda Metro Jaya menjalankan tugas kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Sekitar tujuh bulan setelah menjabat Wakapolda Metro Jaya, Dekananto menerima Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BACA: Ombudsman Dua Kali Ditolak Masuk Lapas Cibinong
Karier Dekananto kemudian memasuki jenjang perwira tinggi dengan pangkat bintang dua. Ia resmi menyandang pangkat Inspektur Jenderal Polisi pada 2 September 2026.
Kenaikan pangkat tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 82/Polri/Tahun 2026 tertanggal 1 September 2026 tentang Kenaikan Pangkat ke dan Dalam Golongan Perwira Tinggi Polri.
Kini, Dekananto kembali bertugas di Jawa Timur sebagai Kapolda Jatim. Ia akan memimpin jajaran kepolisian di provinsi dengan wilayah dan karakter masyarakat yang beragam, termasuk menghadapi dinamika keamanan, potensi konflik sosial, serta hubungan dengan berbagai kelompok masyarakat dan suporter sepak bola.
