Paus Mati Keracunan 40 Kilogram Plastik di Filipina

David Priyasidharta

Rabu, 20 Maret 2019 - 15:51

JATIMNET.COM, Surabaya - Seekor paus Cuvier betina ditemukan mati terdampar di pantai Lembah Compostela, Kota Mabini, Filipina. Kematiannya diduga karena dehidrasi dan kelaparan. Di dalam perutnya, ditemukan sekitar 40 kilogram plastik.

Ahli Biologi Kelautan dan Pemerhati Lingkungan, Darrell Blatchley mengatakan, paus ini sempat muntah darah sebelum mati terdampar, 15 Maret 2019.

BACA JUGA: Polres Banyuwangi Gagalkan Pengiriman Satwa Dilindungi

Pendiri Museum D 'Bone Collector, sebuah museum sejarah di Davao, mengatakan hasil otopsi terhadap paus ini sangat mengejutkan.

"Saya terkejut jumlah plastik sekitar 40 kilogram seperti karung beras, tas belanja, tas perkebunan pisang, dan kantong plastik umum. Total enam belas karung beras. Begitu besar jumlahnya hingga mulai mengalami kalsifikasi," katanya seperti dilansir CNN, Senin 18 Maret 2019.

Dia mengatakan paus ini tidak minum air dari laut. Mereka hanya mendapatkan air dari makanan yang mereka makan, sehingga menyebabkan paus mati karena dehidrasi dan kelaparan.

BACA JUGA: Paus Sperma, Sampah Plastik, dan Upaya Memantik Kesadaran Bersama

"Paus ini memiliki plastik terbanyak yang pernah kami lihat dalam seekor paus. Ini menjijikkan," katanya dalam sebuah statusnya di Facebook.

Dia meminta pemerintah dan warga Filipina menyikapi meluasnya penggunaan plastik sekali pakai. "Dalam 10 tahun terakhir kami telah menemukan 61 paus dan lumba-lumba, 57 di antaranya mati karena jaring ikan dan sampah plastik. Ini tidak bisa dibiarkan," kata Blatchley

Baca Juga

loading...