Pasca Longsor, Peresmian Gubeng Tunggu Penyerahan dari Pelaksana Proyek

Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 30 Mei 2019 - 19:44

JATIMNET.COM, Surabaya – Setelah mengalami longsor pada 18 Desember 2019, Jalan Raya Gubeng Surabaya telah siap untuk dioperasikan kembali secara penuh.

Namun, Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Raya Gubeng Surabaya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya (BBPJN VIII), masih menunggu surat permohonan dari Pemilik Proyek Surabaya Gubeng Mix-Use Development.

"Kami telah melakukan monitoring pada tanggal Rabu 29 Mei 2019 lalu. Kini kami menunggu surat serah terima dari pemilik proyek," kata Humas Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Gubeng Surabaya BBPJN VIII Wahyu P Kuswanda dalam rilis yang diterima Jatimnet, Kamis 30 Mei 2019.

Nantinya, peresmian Jalam Raya Gubeng akan diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, sebagai kado ulang tahun yang ke 726.

BACA JUGA: Kejaksaan Minta Berkas Tersangka Kasus Jalan Gubeng Ambles Dipisah

Wahyu mengungkapkan, setelah serah terima pertama pekerjaan atau provisional hand over (PHO) kepada pemilik proyek, tim mitigasi akan melakukan pengambilan data awal elevasi permukaan jalan.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan Jalan Raya Gubeng.

"Kami akan lakukan pengamatan selama sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum dilakukan serah terima akhir pekerjaan atau final hand over (FHO)," kata dia.

Dalam serah terima akhir itu, ada beberapa pertimbangan yang harus dilakukan, yaitu pemeliharaan minimal dua tahun, dan penurunan perkerasan jalan tidak melebihi 20 mm per tahun.

BACA JUGA: PT NKE Sesalkan Sejumlah Pihak yang Menyudutkannya

Berikutnya, perkerasan jalan dalam kondisi telah dilapis ulang (overlay) dengan umur paling lama satu bulan, dan dengan kerataan dan kemiringan sesuai dengan standar teknik jalan arteri primer, saluran drainase kota, dan jalur pedestrian dalam kondisi baik.

Juga kondisi marka jalan yang baru dengan umur paling lama 1 (satu) bulan.

Wahyu juga menjelaskan, pemilik proyek pun harus melakukan beberapa opsi selama serah terima.

Salah satunya, pemilik proyek harus memasang alat pemantau geoteknik baru untuk memonitor gerakan tanah vertikal (settlement marker) dan horizontal (inclinometer).

BACA JUGA: Kasus Jalan Gubeng Ambles, Kontraktor Jadi Tersangka

"Hal ini karena kelongsoran Jalan Raya Gubeng Surabaya terjadi akibat adanya pekerjaan galian-dalam pada Proyek Surabaya Gubeng Mix-Use Development," kata dia.

Selain itu, kata dia, pemilik proyek harus mengetahui bahwa berdasarkan data monitoring settlememt marker, penurunan tanah yang terjadi < 20 mm per tahun.

Begitu juga dengan data monitoring inclinometer, deformasi lateral tanah yang terjadi < 20 mm per tahun.

Perlu diketahui, pekerjaan rekonstruksi jalur pedestrian yang sempat molor, saat ini telah selesai pengerjaannya.

BACA JUGA: Secuil Tentang Jalan Raya Gubeng Tempo Dulu

Pemasangan keramik pada jalur pedestrian sisi barat dan timur, telah selesai dikerjakan, hanya tinggal menyisakan pekerjaan pemasangan tangkapan air, stopper dan bolard saja.

Sisa pekerjaan tersebut, terkendala dengan datangnya libur lebaran, dan akan segera diselesaikan setelah libur lebaran nanti.

Baca Juga

loading...