Pasca Jatuh, Boeing Tuntaskan Pembaharuan Software 737 Max

Maskapai penerbangan di Amerika Serikat berharap Boeing boleh terbang lagi Agustus nanti.
Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 17 Mei 2019 - 14:17

JATIMNET.COM, Surabaya – Boeing Co menuntaskan pembaharuan perangkat lunak untuk pesawat 737 Max, pada Kamis 16 Mei 2019.

Seri Max telah dilarang terbang di dunia sejak Maret, pasca dua kecekaaan fatal di Indonesia dan Ethiopia.

Boeng menyatakan, kini sedang dalam proses mendaftarkan pelatihan pilot kepada Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA), dan akan bekerja dengan pemerintah untuk menjadwalkan sertifikasi tes penerbangan, dikutip dari Reuters, Jumat 17 Mei 2019.

FAA berencana mengadakan pertemuan pada 23 Mei di Fort Worth, Texas, dengan penentu kebijakan dari seluruh dunia, untuk memberikan informasi terbaru atas analisa perbaikan perangkat lunak dan pelatihan pilot.

Pemegang peraturan dari negara lain, harus menerima permintaan perbaikan dari Boeing, dan membereskan pesawat untuk bisa terbang kembali di negara masing-masing, secara independen dari FAA.

BACA JUGA: Dilarang Terbang, Maskapai Cina Tuntut Kompensasi dari Boeing 

Belum jelas kapan 737 Max akan kembali terbang, namun maskapai di AS berharap pesawat akan bisa lepas landas di musim panas ini.

Southwest Airlines Co, dan American Airlines Group Inc, dua maskapai penerbangan terbesar yang mengoperasikan Max di AS, telah menarik pesawat itu dari jadwal penerbangan hingga 5 atau 19 Agustus.

Maskapai yang masih harus menentukan pelatihan pesawat, telah mengatakan jika mereka akan menggunakan pesawat sebagai rencana cadangan, jika izin terbang Max disetujui, sebelum tanggal tersebut.

Pada Kamis, FAA mengatakan jika Boeing belum menyerahkan pembaharuan perangkat lunak terakhir mereka sebagai persetujuan.

BACA JUGA: Boeing Turunkan Produksi 737 Pasca Dua Kecelakaan 

Pada Rabu, Administartor FAA Dan Elwell mengatakan jika ia berharap Boeing akan menyerahkan pembaharuan itu pada minggu depan.

737 MAX dikandangkan di seluruh dunia sejak Maret, mengikuti kecelakaan fatal yang menewaskan 157 penumpang Ethiopian Airlines, dan 189 penumpang Lion Air.

Boeing berharap, pembaharuan perangkat lunak dan pelatihan pilot akan menambah lapisan pengaman, untuk mencegah data yang salah, yang memicu sitem MCAS, seperti yang terjadi pada dua pesawat nahas sebelumnya.

Pembuat rencana mengatakan, mereka telah menyelesaikan tes simulator dan tes insinyur penerbangan sekaligus pelatihan pengembangan dan pendidikan material, yang saat ini sedang dipelajari oleh FAA, regulator global, dan konsumen pesawat.

BACA JUGA: Investigasi Kecelakan Pesawat, Ethiopia Minta Boeing Kontrol Produk

Hingga saat ini, Boeing mengklaim telah menerbangkan 737 Max dengan pembaharuan perangkat lunak, lebih dari 360 jam, dalam 207 penerbangan.

Baca Juga

loading...