Penyelidikan awal atas Ethiopian Airline tak temukan human eror.

Investigasi Kecelakan Pesawat, Ethiopia Minta Boeing Kontrol Produk

Nani Mashita

Kamis, 4 April 2019 - 20:58

JATIMNET.COM, Surabaya - Hasil investigasi awal jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines dipaparkan. Pilot disebut menjalankan prosedur yang tepat, setelah pesawat Boeing Max 8 berulang kali menukik sebelum akhirnya jatuh.

Pemerintah Ethiopia pun mendorong Boeing melakukan peninjauan ulang.

Kecelakaan terjadi pada 10 Maret 2019 lalu dan menewaskan 157 orang. Menteri Transportasi Ethiopia, Dagmawit Moges menyampaikan laporan resmi tentang insiden tragis itu. 

"Para kru melakukan semua prosedur berulang kali yang disediakan oleh pabrikan tetapi tidak dapat mengendalikan pesawat," Dagmawit Moges mengatakan pada konferensi pers di ibukota, Addis Ababa dilansir dari Reuters.com, Kamis 4 April 2019.

BACA JUGA: Boeing 737 Milik Southwest Airlines Mendarat Darurat di Orlando

Sesuai dengan aturan internasional, laporan awal sebuah kecelakaan udara tidak bersifat mengambil keputusan.

Laporan ini juga tidak memberikan analisis rinci tentang penerbangan yang diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan, sebelum menyelesaikan laporan akhir.

Meski laporan itu tidak mengambil kesimpulan, tapi ada indikasi jelas bahwa hasil penyelidikan menghapus faktor human error. Laporan awal ini mengarahkan kesalahan, ada pada pembuat pesawat Boeing dan regulator.  

Lebih lanjut, Moges menyarankan agar Boeing meninjau sistem kontrol pesawat, dan otoritas penerbangan mengkonfirmasi masalah telah diselesaikan, sebelum memberikan izin terbang pesawat kembali. 

BACA JUGA: Garuda Batal Pesan 50 Pesawat Boeing 737 Max 8

"Karena peringatan hidung pesawat turun terjadi berulang-ulang... direkomendasikan bahwa sistem kontrol pesawat harus ditinjau oleh pabrikan," kata menteri perempuan itu. 

Ethiopian Airlines mengatakan, awaknya telah mengikuti semua panduan yang benar untuk menangani keadaan darurat yang sulit. Boeing mengatakan akan mempelajari laporan itu.  

Namun, laporan itu dapat memicu perdebatan dengan Boeing tentang bagaimana awak pesawat menanggapi masalah yang dipicu oleh data yang salah dari sensor aliran udara, terutama mengenai apakah mereka membuat pesawat stabil sebelum mematikan perangkat lunak utama.

Ethiopian Airlines jatuh enam menit setelah lepas landas. Pasca kecelakaan Ethiopian Airlines, seluruh pesawat Boeing Max 8 di seluruh dunia dilarang terbang. 

BACA JUGA: Presiden Amerika Serikat Larang Terbang Seluruh Boeing 737 Max

Enam bulan sebelumnya, maskapai Lion Air yang menggunakan pesawat Boeing Max 8 juga mengalami nahas di bulan Oktober dan menewaskan 189 orang.

Laporan awal mengatakan, pilot Lion Air kehilangan kendali setelah bergulat dengan perangkat lunak Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS), fitur anti-stall otomatis baru yang berulang kali menurunkan hidung pesawat, berdasarkan data yang salah dari sensor.

Boeing mengatakan pekan lalu pihaknya telah berhasil menguji pembaruan dari perangkat lunak MCAS yang dirancang untuk mengurangi otoritasnya, dan membuatnya lebih mudah digunakan oleh pilot.

Baca Juga

loading...