Dilarang Terbang, Maskapai Cina Tuntut Kompensasi dari Boeing 

Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 11 April 2019 - 10:15

JATIMNET.COM, Surabaya – Maskapai penerbangan yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah Cina, China Eastern, menuntut kompensasi kepada Boeing. Maskapai yang berkantor pusat di Shanghai itu menuntut, lantaran adanya larangan terbang untuk Boeing 737 Max 8, pasca jatuhnya Ethiopian Airlines.  

Meskipun demikian, proses pengajuan kompensasi tetap bergantung pada apakah persoalan rancang bangun pesawat itu, sebagai salah satu faktor utama yang memicu terjadinya kecelakaan atau tidak.

Regulator penerbangan sipil Cina mengumumkan, penangguhan operasional pesawat jenis Boeing 737 Max setelah pesawat sejenis milik maskapai Ethiopian Airlines jatuh pada 10 Maret 2019, dan menewaskan 157 orang di dalamnya.

Sejumlah negara juga mengambil kebijakan yang sama.

BACA JUGA: Enam Maskapai Penerbangan Indonesia yang Berhenti Mengudara

Beberapa maskapai penerbangan Cina, mengoperasikan lebih dari 95 unit pesawat Boeing 737 Max, sehingga negara itu menjadi salah satu negara pengguna terbesar pesawat tersebut, dilansir dari laman berita Radio Internasional Cina (CRI), Rabu 10 April 2019.

Lembaga Penerbangan Sipil Cina (CCAA), menerima undangan dari Lembaga Penerbangan Federal Amerika Serikat (USFAA), untuk bersama-sama mengamati sistem pengendali otomatis, yang terpasang di Boeing 737 Max tersebut, Kamis 11 April 2019

Sampai saat ini, faktor penyebab utama jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines itu belum diungkap kepada publik.

Seorang karyawan Cina Eastern, menuturkan bahwa penangguhan pesawat Boeing 737 Max sedikit berpengaruh terhadap maskapai, karena kebijakan tersebut diambil setelah puncak arus mudik dan balik libur Tahun Baru Imlek.

BACA JUGA: Boeing Turunkan Produksi 737 Pasca Dua Kecelakaan 

China Eastern berencana menambah 60 armada barunya pada tahun ini, 11 unit di antaranya merupakan Boeing 737 Max. 

Tidak diketahui pasti, apakah China Eastern akan tetap melanjutkan pemesanan tersebut atau tidak. (ant)

Baca Juga

loading...