Boeing Turunkan Produksi 737 Pasca Dua Kecelakaan 

Dyah Ayu Pitaloka

Sabtu, 6 April 2019 - 12:09

JATIMNET.COM, Surabaya – Pabrikan pesawat terbang asal Amerika Serikat Boeing, mengurangi produksi pesawat 737 setelah dua kecelakaan terjadi di Ethiopia dan Indonesia. Jumlah produksi berkurang, dari 52 pesawat perbulan, turun menjadi 42, sejak pertengahan April ini.

Keputusan itu diambil mengikuti berhentinya kiriman model 737 max, kata Boeing dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Bbc, Sabtu 6 Maret 2019.

“Kami tahu jika penerbangan Lion Air 610 dan Ethiopian Airlines 302, memiliki penyebab yang saling berkaitan, dengan kaitan yang paling umum adalah aktivasi fungsi yang salah dari MCAS. Kami bertanggungjawab untuk menghapus risiko ini, dan kami tahu bagaimana melakukannya,” kata Pemimpin Eksekutif Boeing, Dennis Muilenburg, dalam sebuah pernyataan.

Ia mengatakan, jika Boeing telah melakukan kemajuan dalam mengupdate software MCAS, dan telah  menyelesaikan training baru untuk pilot Max.

BACA JUGA: Investigasi Kecelakan Pesawat, Ethiopia Minta Boeing Kontrol Produk

“Disaat kami melalui hal-hal ini, kami sementara menyesuaikan produksi 737, untuk mengakomodasi berhentinya pengiriman Max, dan membuat kami mampu memprioritaskan sumberdaya tambahan untuk fokus pada sertifikasi software, dan mengembalikan Max terbang lagi,” katanya.

Ketenagakerjaan akan diperbaiki, “dan komite baru akan dibentuk untuk mengawasi aturan, proses pembangunan, dan desain pesawat yang diproduksi” kata pernyataan itu.

Pesawat 737 Max saat ini dilarang terbang, setelah penemuan awal menyebutkan terjadi kesalahan dalam sistem anti-stall nya.

Baca Juga

loading...