Pantau Arus Mudik, Relakan Waktu Keluarga Hilang

M. Khaesar Januar Utomo

Jumat, 7 Juni 2019 - 15:10

JATIMNET.COM, Surabaya – Libur Lebaran menjadi barang mahal bagi sejumlah pekerja. Utamanya pekerja di bidang industri jasa transportasi, perhotelan, wisata, energi, hingga industri pers.

Mayoritas harus mengesampingkan kepentingan pribadi untuk berbagi layanan kepada masyarakat. Begitu juga dengan awak media yang perlu menyajikan ragam informasi kepada publik.

“Lebaran adalah momentum untuk berbagi informasi ke publik,” kata Anik Mukholatin Hasanah, salah satu reporter Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya, Jumat 7 Juni 2019.

BACA JUGA: Cium Reporter Saat Wawancara, Petinju Bulgaria Kena Skors

Momentum sungkem kepada orang tua yang selama ini menjadi tradisi, harus dikesampingkan. Baginya tugas dan kewajiban pada Lebaran tidak bisa ditolak. Sebab masyarakat menunggu informasi agar tidak menjadi berita bohong atau hoaks.

Ibu tiga anak itu menyebut arus mudik dan balik adalah momen yang ditunggu-tunggu. Meski ada sedikit kesedihan tidak bisa berbagi kebahagiaan dengan keluarga, Anik mengaku ada kebanggaan informasinya ditunggu masyarakat.

Dalam menyajikan informasi tidak selalu arus mudik dan balik. Meskipun berita tersebut mayoritas ditunggu masyarakat untuk menghindari kemacetan. “Sisi-sisi lain juga perlu dilaporkan, semisal kuliner yang berhubungan dengan Lebaran,” Anik melanjutkan.

Mereportase arus mudik dan balik Lebaran sudah menjadi hidangan setiap tahunnya. Hal ini yang mulai disadari keluarga, utamanya suami dan ketiga anaknya. “Keluarga sudah terbiasa dan bisa memahami pekerjaan saya,” katanya.

BACA JUGA: Jadi Ketua Dewan Pers, M.Nuh Ingin Media Perkuat Edukasi

Diceritakan Anik bahwa awal terjun mereportase Lebaran sangat memberatkan. Selain harus jauh dari keluarga, mengubah tradisi (sungkem orang tua dan saudara tua) tidaklah mudah.

Banyak guyonan hingga kritikan diterimanya. Bekerja pada saat libur Lebaran dianggap tidak lazim. Tetapi dia mengambil sisi positifnya dari aktivitas yang digeluti saat mereportase arus mudik dan balik Lebaran.

“Saya selalu mengganti waktu yang hilang (libur) saat liputan arus mudik dengan mengajak rekreasi keluarga,” Anik memungkasi.

Baca Juga

loading...