JATIMNET.COM, Magelang - Petugas Pemantau Gunung Merapi Pos Babadan Kabupaten Magelang, Yulianto menyatakan Gunung Merapi meluncurkan lava pijar beberapa kali, Jumat sekitar pukul 21.00 WIB.

“Jarak luncuran sejauh 1.200 meter ke arah tenggara atau ke hulu Kali Gendol,” kata Yulianto, Sabtu 5 Januari 2019.

Menurutnya, jarak luncuran lava pijar semalam lebih jauh dari sebelumnya paling jauh 1 kilometer. Beberapa desa di Kecamatan Kemalang seperti Desa Tegalmulyo dan Tlogowatu serta di daerah Kemusuk Boyolali terjadi hujan abu tipis akibat luncuran lava pijar tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang Edy Susanto menyampaikan guguran lava menimbulkan luncuran lava pijar di bagian atas dan tidak mengakibatkan hujan abu di wilayah Kabupaten Magelang.

BACA JUGA: Anak Krakatau Alami 60 Kali Gempa Letusan

"Kondisi Magelang masih aman, namun kita harus meningkatkan kewaspadaan karena memang status Gunung Merapi saat ini waspada," katanya.

Ia menuturkan berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta tingkat aktivitas Gunung Merapi masih status waspada (level II).

BACA JUGA: Volume Kubah Merapi Mencapai 308 Ribu Meter Kubik

Pertumbuhan volume kubah lava Merapi 5 Desember-27 Desember 2018 yaitu 389.000 meter kubik atau pertumbuhan kubah lava per hari 2.300 meter kubik. Saat ini posisi kubah lava masih stabil.

Ia mengatakan radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi tidak diperkenankan untuk aktivitas manusia karena tetap ada ancaman lontaran pasir, kerikil atau batu apabila terjadi letusan. (ant)