Logo

Masjid Ar Rahman Mojokerto, Masjid Unik Berbentuk Kapal di Lereng Gunung Welirang

Enam Tahun Dibangun, Kini Jadi Simbol Penyelamat di Kaki Gunung
Reporter:,Editor:

Sabtu, 28 February 2026 14:01 UTC

Masjid Ar Rahman Mojokerto, Masjid Unik Berbentuk Kapal di Lereng Gunung Welirang

Masjid Ar-Rahman, masjid unik berbentuk seperti kapal pesiar yang ada di Bukit Jubel, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Foto: Hasan

JATIMNET.COM, Mojokerto – Sebuah masjid berarsitektur tak biasa berdiri megah di lereng Gunung Welirang, tepatnya di Bukit Jubel, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Dari kejauhan, bangunan tersebut tampak menyerupai kapal pesiar yang seolah berlabuh di tengah hamparan perbukitan hijau.

Masjid itu bernama Masjid Ar Rahman Pacet. Rumah ibadah ini berada di lingkungan Panti Asuhan Villa Durian Doa Yatim Sejahtera yang menampung sekitar 57 anak-anak dan lansia berkebutuhan khusus. Keberadaannya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ikon unik di kawasan wisata Pacet.

Bangunan seluas 45 x 25 meter tersebut mengusung konsep bahtera secara menyeluruh. Pengelola memasang pagar besi dan ornamen pelampung untuk mempertegas tampilan kapal. Deretan jendela besar di sisi kanan dan kiri bangunan memungkinkan cahaya matahari masuk secara maksimal, sehingga ruangan tetap terang pada siang hari tanpa bergantung pada lampu.

BACA: Dari Usaha Rumahan, Rengginang Tiga Generasi Asal Mojokerto Tembus Pasar Asia

Nuansa kapal tidak hanya terlihat dari luar. Di bagian interior, pengunjung akan menemukan ornamen kompas, kemudi, dan jangkar yang menghiasi sudut-sudut ruangan. Setiap detail dirancang untuk membangun suasana seolah-olah jamaah sedang berada di atas kapal yang tengah berlayar.

Istri Pengasuh Panti Asuhan Villa Durian Doa Yatim Sejahtera, Dr. Hj. Sutik, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pembangunan masjid tersebut memakan waktu cukup panjang. Pengerjaan dimulai pada 2015 dan rampung sekitar enam tahun kemudian hingga akhirnya difungsikan.

"Masjid kapal ini kita mulai membangun insya Allah sekitar tahun 2015. Jadi alhamdulillah dan saat ini sudah bisa berfungsi. Diantaranya yang di lantai dasar ini kita fungsikan untuk kamar perempuan dan balita dan yang di lantai dua ini fungsi untuk tempat ibadah," kata Sutik, Sabtu pagi, 28 Februari 2026.

Masjid Ar Rahman terdiri atas empat lantai dengan fungsi berbeda. Pengelola memanfaatkan lantai dasar sebagai asrama perempuan dan balita. Lantai dua difokuskan untuk kegiatan ibadah. Sementara lantai tiga dan empat digunakan sebagai aula serbaguna yang mendukung berbagai aktivitas sosial maupun keagamaan.

 

Desain unik dari Masjid Ar Rahman Pacet mengandung makna filosofis sebagai penyelamat umat. Foto: Hasan

 

"Masjid berupa kapal ini, ada filosofinya yaitu adalah bagaimana tempat ini bisa menjadi bahtera penyelamat terutama untuk para penyandang permasalahan sosial," ungkapnya.

Filosofi tersebut sejalan dengan peran masjid di lingkungan panti asuhan. Masjid ini tidak sekadar menjadi tempat salat, tetapi juga simbol perlindungan dan harapan bagi para penghuni—sebuah bahtera yang diharapkan mampu membawa mereka menuju masa depan yang lebih baik.

"Kemudian yang di lantai tiga empat itu bisa fungsi untuk semacam aula. Jadi ketika kita ada kegiatan-kegiatan yang membutuhkan tempat seperti aula yang di lantai tiga empat itu bisa kita fungsikan," tuturnya.

Keunikan desain Masjid Ar Rahman menarik perhatian warga sekitar hingga wisatawan yang berkunjung ke Pacet. Selain digunakan oleh penghuni panti, masjid ini juga terbuka untuk umum, terutama saat salat Jumat dan salat Id.

BACA: Dari Guru Pesantren Jadi Pengusaha Sepatu Digital, UMKM Asal Nganjuk Tembus Pasar Ekspor

"Jadi selain untuk para penghuni di Villa Doa sendiri terutama di hari Jumat dan salat Ied itu biasanya warga di sekitar sini ataupun para pengunjung tempat wisata bisa ikut gabung di tempat ini," bebernya.

Memasuki Ramadan, aktivitas ibadah di masjid semakin meningkat. Pengelola rutin menggelar salat lima waktu berjamaah, tadarus Al-Qur’an, salat tarawih, hingga kajian sore khusus anak-anak menjelang berbuka puasa.

"Jadi untuk kegiatan ramadan kita selain salat lima waktu kita ada kegiatan tadarus dan juga salat tarawih dan ada kajian sore kita untukkan terutama untuk yang usia anak-anak. Jadi selama ramadan setiap jam lima sore kita ada kajian untuk anak-anak," pungkasnya.