Logo

Dari Guru Pesantren Jadi Pengusaha Sepatu Digital, UMKM Asal Nganjuk Tembus Pasar Ekspor

Reporter:,Editor:

Rabu, 11 February 2026 01:35 UTC

Dari Guru Pesantren Jadi Pengusaha Sepatu Digital, UMKM Asal Nganjuk Tembus Pasar Ekspor

Nurfuad merupakan seorang guru di Yayasan Pondok Pesantren saat menunjukan produk sepatu yang ia produksi. Foto: Hasan.

JATIMNET.COM, Nganjuk– Kepedulian terhadap kondisi murid di lingkungan pondok pesantren mengantarkan Muhammad Nurfuad menapaki dunia wirausaha. Guru asal Kabupaten Nganjuk tersebut kini dikenal sebagai pelaku UMKM sepatu yang sukses memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan bisnisnya.

Pengalaman mengajar membuat Nurfuad sering memperhatikan keseharian para siswa. Ia mendapati banyak anak tetap mengenakan sepatu yang sudah rusak karena keterbatasan ekonomi keluarga.

“Dulu waktu saya mengajar melihat siswa saya memakai sepatu yang bisa dikategorikan tidak layak atau sudah rusak masih dipakai,” katanya saat ditemui, Selasa 10 Februari 2026.

Kondisi tersebut mendorongnya berdialog langsung dengan para murid. Jawaban yang ia terima semakin menguatkan empatinya untuk mencari solusi nyata.

“Sempat saya tanya, katanya orang tua masih belum punya uang,” lanjutnya.

Berangkat dari pengalaman itu, Nurfuad mulai merintis usaha sepatu dengan harga terjangkau namun tetap nyaman digunakan. Pada 2018, ia memulai produksi dengan modal sekitar Rp8 juta dan memasarkan produk secara daring melalui Shopee dengan nama Aveka Official Store.

BACA: Dari Hobi Jadi Eksportir, Kisah Nico Membawa Bumbu Instan ke Pasar Global

Perjalanan usaha tidak selalu mudah. Ia memilih menyasar segmen pasar menengah ke bawah dengan menawarkan produk berkualitas dengan harga ramah di kantong.

“Waktu itu pakai saya bisa menjual sepatu dengan harga Rp. 50.000,” tuturnya.

Strategi tersebut membuahkan hasil. Dalam satu tahun sejak bergabung di Shopee, Aveka Official Store mampu meraih omzet ratusan juta rupiah. Usaha yang bermula dari kepedulian sosial itu pun berkembang menjadi bisnis yang terus bertumbuh.

Saat ini produksi sepatu dilakukan di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, dengan gudang di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Usaha tersebut telah menyerap 10 tenaga kerja, termasuk enam pengrajin sepatu.

“Alhamdulillah, brand sepatu ini sudah memiliki hak paten sejak tahun 2021,” ujarnya.

BACA: Barang Original, Ini 8 E-Commerce Terpercaya untuk Beli Handphone

Konsistensi inovasi membawa Aveka Official Store meraih pencapaian lebih besar. Sejak bergabung di Shopee, omzet usaha meningkat hingga 25 kali lipat dari modal awal. Produk sepatu tersebut bahkan telah mengikuti Program Ekspor Shopee dan menjangkau pasar internasional.

Nurfuad juga berhasil masuk jajaran Top 10 dari lebih dari 1.300 peserta dalam program Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas sebagai bentuk apresiasi atas pengembangan bisnis digitalnya.

Pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama pertumbuhan usaha ini. Dengan latar belakang sarjana informatika, ia mampu mengoptimalkan strategi pemasaran daring secara efektif.

“Penjualan kita pun mengandalkan online, kebetulan saya kan sarjana informatika sehingga faham dunia online,” pungkasnya.