Rabu, 04 February 2026 10:00 UTC

Porang yang sudah diiris tipis dan dikeringkan petani di Desa Klangon, Kec. Saradan, Kab. Madiun, Jawa Timur. Porang tersebut akan diolah jadi tepung dan diekspor. Foto: Nd. Nugroho
JATIMNET.COM, Madiun – Minat investor terhadap pengolahan porang atau Amorphophallus muelleri di Kabupaten Madiun semakin meningkat.
Hal ini dibuktikan dengan groundbreaking pabrik pengolahan porang ketiga di Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan, Rabu, 4 Februari 2026.
Peletakan batu pertama pembangunan pabrik porang itu dilangsungkan oleh Bupati Hari Wuryanto dengan disaksikan jajaran pejabat pemerintah kabupaten (pemkab) dan pihak PT Fengshuo Konjac Indonesia.
Perusahaan tersebut merupakan investor ketiga yang bakal menjalankan usaha pengolahan porang di Kabupaten Madiun.
Sebelumnya, PT Asia Prima Konjac telah mengoperasionalkan pabrik porang di Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo. Selain itu, PT Newstar Konjac Nusantara juga sudah mengolah umbi porang di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu.
Oleh karena itu, Hari Wuryanto sangat antusias dengan menggeliatnya investasi dalam sektor pengolahan porang.
BACA: Demi Ekspor Porang, Pemprov Jatim Fasilitasi Sertifikasi Lahan Petani
Sebab, porang yang telah lama dibudidayakan warga Kabupaten Madiun semakin memberikan kontribusi positif dalam peningkatan pendapatan lokal.
Selain itu, turut meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan memperluas lapangan pekerjaan di sektor industri maupun pertanian.
“Pembangunan pabrik ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program hilirisasi industri dari pemerintah pusat,” ujar Bupati Madiun.
BACA: Lepas Ekspor Chip Porang ke Cina, Ini Harapan Bupati Madiun
Menurutnya, keberadaan pabrik dapat memberikan kepastian harga porang sehingga para pembudidaya tidak terdampak inflasi seperti yang terjadi beberapa tahun lalu.
“Saya juga minta pihak investor memprioritaskan pembelian porang dari petani lokal. Begitu juga dengan perekrutan tenaga kerja juga dipiroritaskan dari masyarakat di sekitar pabrik,” ungkap Hari Wur, sapaan akrab Hari Wuryanto.
Bupati Madiun juga menekankan agar PT Fengshuo Konjac Indonesia senantiasa menaati regulasi yang berlaku, termasuk terkait perizinan lingkungan.
Kuasa Direksi PT Fengshuo Konjac Indonesia Emanuel Ebenhaezer mengapresiasi sikap Pemkab Madiun dalam menerima investor. Ia menyatakan proses perizinan tidak ribet dengan waktu yang cepat. “Untuk proses pembangunan pabrik akan dimulai bulan Maret,” ujarnya.
