Logo

Dari Hobi Jadi Eksportir, Kisah Nico Membawa Bumbu Instan ke Pasar Global

Reporter:,Editor:

Senin, 09 February 2026 05:00 UTC

Dari Hobi Jadi Eksportir, Kisah Nico Membawa Bumbu Instan ke Pasar Global

Produksi bumbu bubuk Garlickys yang pemasarannya sudah tembus mancanegara, Senin, 9 Februari 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Memiliki hobi memasak, terutama memanfaatkan garlic powder atau bawang putih bubuk sebagai bumbu tidak hanya mendatangkan kesesenangan pribadi bagi Nico Njoto Wijaya.

Siapa sangka, hobi itu justru mendatangkan rezeki. Tidak hanya bagi Nico, namun juga bagi 15 karyawan yang membantunya mengolah dan mengemas produk rempah bubuk berbagai varian.

Produk bumbu dapur instan yang diproduksinya sejak tahun 2019 ini diberi nama Garlickys. Tidak hanya garlic powder, namun juga garlic butter atau mentega dengan cita rasa bawang putih yang akhirnya dijual melalui marketplace Shopee.

Bisnis rumahan ini bermula dari kebiasaannya membut bumbu dapur untuk konsumsi pribadi. Karena dorongan dari beberapa temannya, Nico mulai menjualnya.

Namun, perjalanan awal tidak langsung berjalan mulus karena produk belum mendapat respons pasar yang baik.

“Kami mulai menjual, tapi awalnya tidak laku. Lalu kami evaluasi, terutama dari sisi kemasan. Setelah packaging diperbaiki dan lebih profesional, produk mulai diterima pasar,” ujarnya, Senin, 9 Februari 2026.

Dalam proses produksi, Nico juga menghadapi tantangan pasokan bahan baku. Terutama rempah berkualitas seperti parsley, sayuran yang masih memiliki kekerabatan dengan seledri berwarna hijau segar.

Untuk memastikan kualitas tetap terjaga, Garlickys akhirnya membeli bahan baku dalam jumlah besar. Hal ini sekaligus mengembangkan ide menjual rempah-rempah tersebut sebagai produk tersendiri.

Ternyata, langkah ini justru menjadi titik pertumbuhan baru bagi usaha Garlickys. Awalnya, hanya memiliki beberapa varian garlic butter, kini Garlickys telah memiliki 41 varian rempah-rempah.

Nico Njoto Wijaya owner Garlickys saat diwawancarai, Senin, 9 Februari 2026. Foto: Januar.

Rinciannya, tiga varian garlic butter, serta dua varian bawang goreng, dan masih akan menambah beberapa varian baru dalam waktu dekat.

Penjualan produk dilakukan melalui kanal online dan offline. Selain marketplace, Garlickys juga memasok produk ke restoran serta industri kuliner.

Pasar produk pun tidak hanya terbatas pada ibu rumah tangga, tetapi juga menyasar konsumen pria dan masyarakat yang membutuhkan bumbu praktis untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

“Awalnya kami mengira pasar utama adalah ibu-ibu, tetapi ternyata banyak juga konsumen laki-laki, termasuk mereka yang sedang diet dan membutuhkan bumbu praktis untuk makanan rebus,” kata Nico.

Dari sisi penjualan, Garlickys mencatat rata-rata 400 hingga 500 pesanan per hari melalui marketplace. Tingkat penjualannya meningkat signifikan pada momen-momen tertentu, seperti Ramadan, Imlek, dan Natal.

Tidak hanya itu, pada kampanye tanggal kembar seperti 12.12, penjualan meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat.

Pertumbuhan bisnis yang pesat juga mengantarkan Garlickys meraih penghargaan Shopee Super Awards 2025 kategori Super Growing Export, dengan pertumbuhan bisnis lebih dari 213 persen.

Melalui Program Ekspor Shopee, penjualan ekspor Garlickys juga tercatat meningkat sekitar 200 persen sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski persaingan di bisnis rempah-rempah cukup ketat, Nico menekankan strategi utama perusahaan bukanlah bersaing pada harga. Namun, menjaga kualitas produk, pelayanan, serta kecepatan pengiriman.

“Yang bisa kami lakukan adalah terus memperbaiki kualitas produk, kemasan, dan layanan. Jangan menurunkan kualitas hanya untuk mengejar harga murah, karena pelanggan yang sudah loyal bisa berpindah,” ujarnya.

Dengan pertumbuhan yang terus meningkat serta pasar ekspor yang semakin terbuka, Garlickys menargetkan perluasan varian produk.

Hal ini sekaligus memperkuat distribusi agar produk rempah lokal tersebut dapat menjangkau pasar yang lebih luas di tingkat global.

"Saat ini kami sudah mengirim ke Swiss, Hongkong, Malaysia dan Singapura untuk pasar ekspor," tuturnya.