Logo

Warga Tuban Ini Mendaftar Haji dengan Uang Koin Senilai Rp 60 Juta

Ditabung dalam kaleng biskuit selama 11 tahun
Reporter:,Editor:

Kamis, 05 February 2026 03:00 UTC

Warga Tuban Ini Mendaftar Haji dengan Uang Koin Senilai Rp 60 Juta

Para pegawai bank BSI Tuban yang menghitung uang koin untuk pendaftaran haji milik Nasrudin bersama istri. Foto: Zidni.

JATIMNET.COM, Tuban - “Di mana ada niat, di situ pasti ada jalan” Ungkapan itu berhasil dibuktikan oleh Moh.Nasrudin, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.

Ketekunan yang dijalani secara konsisten selama 11 tahun 35 hari akhirnya menunjukkan hasil yang positif. Namun, berbeda dengan yang dilakoni kebanyakan orang.

Uang koin pecahan Rp1000 yang dikumpulkan selama bertahun-tahun akhirnya digunakan untuk mendaftarkan diri sebagai calon Jemaah haji.  

Momen tak biasa ini berlangsung, Rabu kemarin, 4 Februari 2026. Dengan mengendarai mobil pikap L300, Nasrudin dan istrinya mendatangi Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Tuban. Satu per satu, 13 kaleng biskuit yang dipenuhi uang koin dipindahkan dari bak mobil ke teras BSI.

Upaya tersebut memantik simpati petugas keamanan perbankan tersebut. Setelah mengetahui niat baik Nasrudin, petugas itu membantu memindahkan kaleng biskuit berisi uang koin tersebut.

Petugas BSI tetap melayani Nasrudin. Beberapa di antaranya, mulai mengeluarkan uang koin dari kaleng biskuit untuk mulai menghitung. Hingga akhirnya, pendaftaran haji bagi Nasrudin yang didampingi istri dan keponakannya berjalan lancar.

Momentum tak biasa ini menghadirkan rasa haru, bangga, dan inspirasi. Nasrudin mengungkapkan bahwa uang koin tersebut merupakan hasil menabung secara konsisten setiap hari.

Kebiasaan itu bermula dari seringnya dia menemukan uang koin pecahan seribu rupiah yang kemudian disisihkan dan disimpan dalam kaleng biskuit.

“Alhamdulillah, hari ini niat saya untuk mendaftar haji bisa terwujud dari hasil menabung sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun,” ujarnya, Kamis, 5 Februari 2026.

Dari kebiasaan sederhana itu, ia berhasil mengumpulkan sebanyak 13 kaleng biskuit. Jika ditotal, nilainya sekitar Rp55 juta hingga Rp60 juta. Dana itu kemudian digunakan untuk memenuhi persyaratan setoran awal pendaftaran ibadah haji.

Nasrudin berharap pengalamannya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat luas. Berkat ketekunan dan kedisiplinan dalam mengelola keuangan mampu mewujudkan impian besar, meski dimulai dari langkah kecil.

Ia juga mengajak masyarakat untuk membiasakan diri menyisihkan penghasilan secara berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik.