BELLA Lorenza tak henti bergaya di depan kamera. Mural di depan pintu lobi Hotel Yello Surabaya telah memesona perempuan asal Semarang itu. Gambarnya sosok kartun laki dan perempuan. Pas jadi latar belakang foto untuk dibagikan di media sosial. “Bagus buat foto,” katanya pada Jatimnet.com, Selasa 1 Januari 2019.

Tiga hari menghabiskan libur Tahun Baru di Malang dan Surabaya, ia akhirnya menginap di hotel di Jalan Jemursari ini. Menurut dia, tak banyak hotel menghiasi dindingnya dengan mural. “Baru kali ini,” katanya sebelum beranjak ke sudut lain untuk jeprat-jepret kamera lagi.

Hotel Yello adalah satu di antara sejumlah hotel di Surabaya yang mempercantik gedungnya dengan mural. Seni lukis di dinding yang semula dianggap karya murahan di jalanan itu, kini jadi senjata ampuh menggaet pelanggan.

Setidaknya ada dua mural di lobi hotel Yello. Satu lainnya, maskot Surabaya, sepasang Suro dan Boyo, yang tergambar di permukaan kaca. Di depan selasar di dekat eskalator juga ada. Gambarnya wujud makhluk imajinatif dengan pilihan warna menyala; oranye, ungu, dan merah muda yang pekat.

Mural-mural itu belum termasuk di pilar bercat warna-warni di areal parkir. “Gambarnya unik,” katanya lagi.

Selain Yello, hotel lain adalah Artotel Surabaya. Hotel berlantai enam di Jalan Dr.Soetomo itu bahkan disebut sebagai pelopor hotel bercitarasa seni. Maka, tak sekadar mural, hotel itu juga menghiasi bangunannya dengan karya seni lain; lukisan, patung, dan instalasi.

Karya Darbotz , inisial seniman jalanan asal Jakarta, menjadi satu-satunya mural di Artotel Surabaya. Mural buatan street artist tanah air yang populer hingga mancanegara itu menghiasi tangga hotel yang meliuk dari lantai tiga hingga lantai dasar. “Mural itu ada sejak Artotel dibuka tujuh tahun lalu,” kata Sales Executive Artotel Surabaya Monica, Rabu 2 Januari 2019.

Bagi para pengelola hotel, mural membawa kekhasan. Karya itu menjadi penanda yang membedakan hotel mereka dan hotel lainnya. Desain dan model mural sekaligus memperkuat identitas.

Yello misalnya, hotel berbintang tiga di bawah manajemen Tauzia ini menyasar pelancong backpacker. Maka, untuk memperkuat identitas hotel, pengelola menampilkan mural berkarakter urbanstreet dan kasual.

Marketing Communication Hotel Yello Moh.Arif Romadhoni mengatakan mural berdampak positif bagi pemasaran. Banyak pengunjung berfoto-foto dengan latar belakang mural dan mengunggah hasilnya di akun media sosial. Ujung-ujungnya, nama hotelnya turut terpromosikan ke masyarakat.

Kehadiran mural, ia mengatakan, juga memberi pengalaman tersendiri bagi pengunjung hotel. Mereka terkesan dan mau menginap kembali. “Bisnis hospitality yang dicari adalah pengalaman yang unik dan menyenangkan sehingga ingin kembali lagi,” katanya.

Pendapat senada disampaikan Monica. Ia mengatakan perpaduan arsirtektur bangunan dan karya seni mengesankan bangunan hotel ramah dan tak kaku. Sering kali pengunjung datang karena tertarik dengan bentuk bangunan yang mirip galeri seni.

Ya, karya seni menghiasi seluruh penjuru di hotel ini. Di lobi, kamar, hingga restoran. Kondisi itu menjadi keunggulan tersendiri di tengah persaingan bisnis hotel. “Apalagi hotel baru banyak sekali di sini,” katanya.

Badan Pusat Statistik Jawa Timur mencatat dari 3.369 jasa akomodasi, sebanyak 235 unit di antaranya adalah hotel berbintang. 93 hotel berada di Kota Surabaya dan dinominasi hotel berbintang tiga. Banyaknya jumlah hotel itu membuat persaingan bisnis menjadi lebih ketat. Sehingga kekhasan sebuah hotel menjadi cara mengundang pengunjung.

Sebuah penelitian terhadap penerapan interior branding di hotel Yello yang dilakukan Astri Indrawati dkk. asal Universitas Kristen Petra Surabaya menyebutkan, interior branding tak hanya terbentuk karena terlihat indah dan unik  secara visual. Tapi sekaligus suasana hotel yang menyampaikan cerita dan pesan tertentu.

Cerita dan pesan ini memengaruhi persepsi pengunjung  tentang performance hotel. “Pengunjung akan mengingat cerita dan pesan ini sebagai keunikan suatu hotel yang membedakannya dengan hotel lain,” demikian tertulis dalam laporan mereka yang dipublikasikan di Jurnal Intra tahun 2017 itu.

Tulisan berikutnya: Legit Bisnis Jasa Mural