Nelayan Banyuwangi Siap Go Online dengan Aplikasi Nelpin

Ahmad Suudi

Kamis, 28 Maret 2019 - 15:15

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyediakan aplikasi Nelayan Pintar (Nelpin) yang menawarkan berbagai kemudahan bagi nelayan.

“Fasilitas aplikasi ini meliputi informasi arah mata angin, ketinggian gelombang, arah pergerakan ikan, cuaca, bahan bakar minyak (BBM), layanan penyebaran permintaan pertolongan darurat atau SOS (Save Our Soul), hingga informasi harga ikan di pasaran,” kata Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Kemenkominfo, Septriana Tangkary, Kamis 28 Maret 2019.

Septriana menjelaskan, aplikasi Nelpin merupakan bagian dari program satu juta nelayan go online oleh kementeriannya. Program ini bagian dari pembangunan ekonomi kerakyatan yang dilakukan pemerintah berupa nelayan go online, petani go online, dan usaha mikro kecil menangah (UMKM) go online.

BACA JUGA: Upaya Nelayan Banyuwangi Menanam Terumbu Karang

Aplikasi ini diharapkan bisa menambah manfaat bagi nelayan dan meningkatkan hasil tangkap ikan. Septriana menyebut, sektor perikanan pada tahun 2014 berkontribusi 2,35 persen Produk Domestik Bruto Indonesia (PDBI), 1,08 persen dari perikanan tangkap dan 1,27 persen dari perikanan budidaya.

Ia mencontohkan, ketika nelayan kehabisan bahan bakar atau dalam kondisi darurat, tinggal pencet saja. SOS itu akan berbunyi dan langsung terhubung ke kawan-kawannya di radius tiga kilometer dari arah darat.

Informasi harga ikan dari beberapa daerah juga tersedia di aplikasi ini sehingga nelayan bisa membandingkan harga.

Sosialisasi program nelayan go online dan Nelpin ini dilakukan kepada 120 nelayan Banyuwangi di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bangsring, Banyuwangi.

BACA JUGA: Nelayan Banyuwangi Tanam Ratusan Rumpon

Pemakaian Nelpin di laut, kata Septriana, juga mendapat dukungan jaringan internet Palapa Ring yang ditargetkan selesai tahun ini. Palapa Ring sudah selesai 100 persen di wilayah Indonesia bagian barat, Indonesia bagian tengah 100 persen, dan Indonesia bagian timur 93,4 persen.

"Jadi kita membangun jaringan infrastruktur Palapa Ring untuk sambungan internet darat dan laut. Sudah ada (sambungan internet di laut), nggak perlu ragu," kata Septriana.

Dalam keterangan aplikasi Neplin di google play store tertulis data atau informasi yang ditampilkan berasal dari BMKG, Ditjen Perikanan KKP serta Balai Penelitian dan Observasi Laut. Dalam komentar-komentar pengguna, disebutkan juga penggunaan aplikasi ini membutuhkan input nomor kartu nelayan.

BACA JUGA: Kunjungi Trenggalek, Menteri Susi Sentil Nelayan Prigi

Ketua Asosiasi Kelompok Usaha Bersama (KUB-nelayan) Banyuwangi Ikhwan Arif mengatakan, nelayan Banyuwangi yang mencari ikan di Selat Bali mudah mendapatkan sambungan internet. Dia juga mengatakan dari perairan utara Banyuwangi hingga mencapai Sulawesi jaringan internet juga masih tersambung.

"Sudah banyak tower seluler di pinggir pantai, dan tidak ada halangan pohon dan lain sebagainya. Jadi dari Baluran sampai Makassar sinyal aman," kata Ikhwan.

Baca Juga

loading...