Bayu Pratama

Reporter

Bayu Pratama

Kamis, 24 Oktober 2019 - 13:29

JATIMNET.COM, Surabaya - Ulianawati (47), sedang beristirahat sambil menikmati es kopyor yang dibeli dari pedagang keliling di kawasan Mini Agrowisata, wahana wisata edukasi pertanianyang berada di Jalan Pagesangan, Surabaya.

Siang itu, ia sengaja berkunjung ke mini agrowisata untuk merekam pemandangan di wahana wisata tersebut, menggunakan kameranya.

Pemandangan dinding penuh dengan bunga rambat berwarna hijau menyambutnya ketika masuk ke mini agrowisata. Berjarak sejengkal dari pintu masuk, arena bermain anak-anak nampak dipenuhi pengunjung cilik, bermain dengan riang di antara pot berisi pohon melon, belimbing, mangga, rambutan dan jambu.

BACA JUGA: Pemkot Bakal Tanam Buah Langka di Mini Agrowisata Surabaya

Di bagian paling belakang, ada kandang kambing, serta sejumlah ungas seperti kalkun, yang bebas dikunjungi setiap hari selama sepekan. Semua fasilitas tersebut bisa dinikmati dengan gratis.

“Ini sedang mencari latar pemandangan buat video memasak saya, saya penasaran dengan pemandangan di sini,” kata Ulianawati, Sabtu 19 Oktober 2019.

IKAN. Kolam ikan di dalam mini agroisata Jalan Pagesangan. Foto: Bayu Pratama

Pada hari lain, pengunjung juga bisa belajar menanam bibit sayuran seperti kangkung, selada dan sawi di dalam polybag. Tanaman itu berjajar di bagian samping kanan, kebun bibit mini agrowisata. Bagian ini, tutup setiap Sabtu dan Minggu.

Kebun bibit di tengah kota

Wahana edukasi seluas 6.000 hektare, milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Surabaya itu, dibuka sejak 2017.

Ulianawati pun ingin belajar menanam buah dan sayur meski tidak memiliki lahan luas. Ia bergegas meninggalkan seorang temannya, melihat koleksi tanaman di dalam kawasan itu. 

Di kampungnya, penduduknya sedang giat menanam sayur dan buah di dalam pot lantaran menjadi peserta lomba Green and Clean tingkat RT dan RW, program Smart City Surabaya. 

BACA JUGA: Selain Masuk Gratis, Pengunjung Boleh Memanen Sayur di Mini Agrowisata Pagesangan

“Kalau di kampung, biasanya yang ikut program Green and Clean, banyak yang menyiapkan tanaman hidroponik, tanaman buah dalam pot, kan sekarang ada unsur penilaiannya,” ungkap Lina, sapaannya kepada Jatimnet.com.

Upaya Lina menanam buah dan sayur dalam pot, mendapat dukungan dari mini agrowisata. Tak hanya mendapat bimbingan langsung dari praktisi, Lina juga bisa mendapatkan bibit sayur dan buah gratis. 

Kasi Pengembangan Pertanian Perkotaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antin Kusmira, menyebutkan tiga cara warga Surabaya mendapat bibit gratis dari tempatnya.

Bagikan bibit gratis

Pertama, melalui pembagian tanaman buah di dalam pot (tabulampot) ke RT  dan RW, serta lewat pelatihan hidroponik. RT dan RW yang mengajukan, akan mendapatkan tanaman buah dalam pot, seperti kelengkeng, jeruk, dan juwet yang sudah tersedia dalam pot berdiameter 60 cm, serta paket pupuk, benih, pompa air beserta pelatihan kepada masyarakat.

"Tahun 2019 kami membagi 10.485 unit ke kelompok yang teridentifikasi, dan pemberian pelatihan sekaligus instalasi hidroponik, benih, pompa dan pupuk sebanyak 1.065 paket ke masyarakat yang terintegrasi melalui Musrenbang," kata Antin, Senin 14 Oktober 2019.

ARENA BERMAIN. Sejumlah permainan untuk anak-anak di dalam mini agrowisata. Foto: Bayu Pratama

Selain RT dan RW, komunitas dan sekolah juga bisa mengajukan bibit gratis lewat surat. 

Bibit diberikan sesuai dengan pengajuan. Pihaknya juga menyiapkan tenaga penyuluh untuk memberikan bimbingan di tingkat kecamatan. Jika stok bibit tersedia, warga cukup menunggu dua hari sebelum bibit permintaanya siap diambil.

Antin menyebut, telah menyebar 60 ribu bibit gratis sepanjang Januari hingga September 2019. “Asal stok ada, hanya butuh dua hari saja. Maksimal lima ratus bibit ya,” tegasnya.

Terakhir, bibit gratis dalam bentuk polybag bisa didapatkan di setiap acara lapangan, seperti pasar rakyat dan pasar tani.  Individu yang menginginkan bibit, bisa mendapatkannya langsung, selama bibit masih tersedia di lokasi. "Sejumlah even pertanian kami adakan secara berkala setiap bulan pada minggu ketiga,” jelasnya.

Baca Juga

loading...