Logo

Proyek Sekolah Rakyat Tuban Picu Keluhan Warga, 13 Rumah Dilaporkan Retak

Reporter:,Editor:

Sabtu, 14 March 2026 07:00 UTC

Proyek Sekolah Rakyat Tuban Picu Keluhan Warga, 13 Rumah Dilaporkan Retak

Audiensi terkait keluhan pembangunan SR di Tuban antara Komisi I DPRD Tuban, kontraktor WIKA, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kementerian PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kelurahan, hingga perwakilan warga Kelurahan Mondokan Sabtu 14 Mare

JATIMNET.COM, Tuban – Pembangunan proyek Sekolah Rakyat di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, memicu keluhan warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek. Aktivitas pembangunan yang telah berlangsung lebih dari satu bulan itu diduga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.

Keluhan tersebut disampaikan warga dalam audiensi bersama Komisi I DPRD Tuban pada Sabtu, 14 Maret 2026. Pertemuan itu juga dihadiri berbagai pihak terkait, mulai dari perwakilan kontraktor PT Wijaya Karya, Pejabat Pembuat Komitmen dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kelurahan, hingga perwakilan warga.

Anggota Komisi I DPRD Tuban, Siswanto, mengatakan warga mengeluhkan debu, kebisingan, serta getaran dari aktivitas proyek yang diduga menjadi penyebab retaknya bangunan rumah.

“Ini terkait debu dan bising juga terkait getaran (akibat aktivitas proyek) yang sudah menimbulkan retak," ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini sedikitnya 13 rumah warga telah didata mengalami kerusakan. Data tersebut telah diserahkan kepada pihak kontraktor untuk segera ditindaklanjuti.

“Tadi sudah 13 rumah yang sudah didata, namanya dan segala macam. Cuman tinggal realisasinya,” katanya.

Selain keretakan bangunan, warga juga mengeluhkan debu dari aktivitas proyek yang cukup mengganggu. Pihak pelaksana proyek mengaku telah melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak tersebut, salah satunya dengan melakukan penyiraman rutin di area pembangunan.

Koordinator Wilayah Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban, Agus Saputra, mengakui beberapa rumah warga mengalami kerusakan akibat aktivitas proyek.

“Ada beberapa yang retak dan ada lantai yang terangkat, cuma itu saja,” katanya.

Meski demikian, Agus menegaskan warga pada dasarnya tetap mendukung pembangunan fasilitas pendidikan tersebut. Menurutnya, persoalan yang muncul saat ini sedang dicarikan solusi bersama agar proyek tetap berjalan tanpa merugikan masyarakat sekitar.

“Warga Mondokan itu sudah mendukung, siap mendukung penuh untuk kegiatan pembangunan sekolah rakyat ini,” jelasnya.