Millenial Tourism Corner, Cara Kemenpar Promosikan Kuliner Nusantara

David Priyasidharta

Sabtu, 25 Mei 2019 - 10:59

JATIMNET.COM, Bandung - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak anak-anak muda untuk mempromosikan destinasi-destinasi wisata kuliner yang ada di daerahnya masing-masing melalui program Millenial Tourism Corner.

Arief Yahya mengatakan Kemenpar memiliki berbagai strategi untuk memajukan wisata kuliner Indonesia di antaranya dengan menetapkan destinasi wisata kuliner unggulan di Indonesia antara lain Bali dan Bandung.

“Portofolio bisnis pariwisata kita, 60 persen orang datang karena faktor budaya. Dari 60 persen itu, 45 persen uangnya digunakan untuk kuliner dan belanja," kata Arief Yahya dalam laman Kemenpar.go.id, Jumat 24 Mei 2019.

Karena itu, kata dia, mencicipi masakan Indonesia itu bisa menjadi teaser atau promosi pembuka sebelum mereka terbang ke Indonesia. "Dan para milenial harus mempromosikannnya,” katanya.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Jadikan Rumah Abu Maskot Wisata Kota Tua

Lebih lanjut Arief Yahya menmbahkan, rata-rata pengeluaran wisman untuk keperluan makan dan minum sebesar 400 dolar AS atau mencapai 30 persen dari total pengeluarannya sebesar 1.200 dolar AS perwisman dalam satu kali kunjungan.

Terlebih dampak wisata kuliner terhadap perekonomian (PDB) nasional, pada 2016 sudah mencapai Rp 150 triliun.

“Tren preferensi kuliner lokal ini juga tercermin pada data terbaru yang dikeluarkan oleh BPS dan Bekraf yang menunjukkan PDB ekonomi kreatif Indonesia pada 2016 adalah sebesar Rp 923 triliun atau 7,4 persen dari total PDB negara,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Millennial Tourism Kemenpar Gabriella Patricia Mandolang mengatakan, Millennial Tourism Corner adalah sebuah program unggulan yang digagas oleh timnya.

BACA JUGA: Berbuka Gulai Kambing Kacang Hijau Ala Yaman di Surabaya

Ini sebagai sarana pendorong minat generasi milenial untuk terlibat dalam industri pariwisata.

“Saya berharap kita tidak hanya menjadi penikmat pariwisata Indonesia. Tetapi juga memanfaatkan semua peluang yang ada dalam ekosistem pariwisata dan menjadi bagian di dalamnya,” katanya.

Menurut Gabriella, kegiatan ini diselenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia, dengan konsep Road and Talkshow. Nantinya konsep akan mengangkat tema berbeda di setiap kota, berdasarkan potensi sektor pariwisata di daerah tersebut.

“Untuk di Bandung kami mengangkat tema, ‘Jalan Makan Jalan’. Karena Bandung memiliki potensi kuliner yang besar dan banyak yang menyebut bahwa Bandung merupakan surga kuliner. Mau makan apa saja ada di Bandung,” katanya.

Baca Juga

loading...