Berbuka Gulai Kambing Kacang Hijau Ala Yaman di Surabaya

Baehaqi Almutoif

Senin, 13 Mei 2019 - 17:28

JATIMNET.COM, Surabaya - Aroma gulai kambing tercium saat melintasi Kawasan Jalan Mas Mansyur, Surabaya. Begitu menggugah selera, terlebih ketika malam hari.

Olahan daging kambing memang menjadi makanan khas didaerah ini. Tidak sulit mencarinya. Hampir di sepanjang jalan berjajar aneka menu dengan bahan daging kambing, mulai kebab, roti maryam, nasi kebuli hingga gulai kambing kacang hijau.

Salah satu yang menjadi primadona selain nasi kebuli adalah gulai kambing kacang ijo.

Ya!. Masakan yang diklaim dari Timur Tengah ini, memadukan gurihnya kacang hijau dengan daging kambing.

BACA JUGA: Ikan Asap Pantura Probolinggo Laris Manis Saat Ramadan

Ditambah aroma cengkeh dan kapulaga yang menarik selera makan. Penyajiannya pun bukan dengan lontong, tetapi roti maryam.

"Tidak ada sedep micin ini pak. Semua sedap bumbu dari rempah-rempah," ujar Rodliyah penjual gulai kambing kacang hijau di Jalan Mas Mansyur, Minggu 13 Mei 2019.

Sembari cekatan melayani pembeli, perempuan berusia 45 tahun itu menjelaskan, sudah lama berjualan gulai. Tepatnya sejak tahun 1950. Resep yang dipakai diklaim asli dari Yaman.

Rodliyah berkisah, ada warga keturunan Yaman yang telah turun temurun tinggal di Surabaya.

BACA JUGA: Ramadan, Produsen Cincau Madiun Ketiban Rezeki

Dari keluarga keturunan Yaman itulah, resep gulai kambing kacang hijau didapatkan Rodliyah.

"Ini tidak pakai santen, kacang hijau yang digunakan sebagai penggantinya," sebutnya.

Dipercaya gulai kambing kacang hijau tidak hanya mengenyangkan, tapi juga memiliki khasiat vitalitas, alias mampu menambah hormon.

Di Ramadan seperti ini, Rodliyah membuka warungnya mulai pukul 17.00 WIB menjelang berbuka. Berbeda dengan hari biasa yang buka tengah malam, pukul 00.00 WIB hingga menjelang pagi hari.

BACA JUGA: Mitos dan Segar Manis Dawet Jabung Ponorogo

Dalam sehari, Rodliyah mampu menghabiskan 30 ribu kilogram daging kambing. Sementara untuk kacang hijau mampu menghabiskan 25 kilogram.

"Omzetnya dalam sehari bisa meraih Rp 10 juta," sebutnya.

Baca Juga

loading...