Ramadan, Produsen Cincau Madiun Ketiban Rezeki

Nd. Nugroho

Minggu, 12 Mei 2019 - 08:08

JATIMNET.COM, Madiun - Momentum Ramadan membawa berkah bagi produsen cincau hitam di Kabupaten Madiun. Jaenuri, seorang pembuat komoditas itu di Desa Jatisari Kecamatan Geger, mengatakan jumlah produksinya meningkat dari satu drum menjadi delapan drum. Kapasitas per drum sebanyak 200 liter.

Setelah cincau hitam dijual, Jaenuri mendapatkan uang sebanyak Rp 324 ribu per drum. Adapun omzet yang dikantongi mencapai Rp 2,59 juta per hari dari hasil produksi makanan yang teksturnya menyerupai agar-agar itu.

"Pada hari biasa hanya satu drum dan saya buat sendiri. Saat permintaan bertambah seperti ini ada lima orang yang membantu," kata Jaenuri, Sabtu 11 Mei 2019.

BACA JUGA: Mie Combor, Kuliner Khas Kota Kraksaan Probolinggo

Untuk produksi, Jaenuri dan lima orang yang membantu mulai bekerja pada pukul 03.33 WIB hingga 15.30 WIB. Adapun estimasi waktu yang dibutuhkan untuk membuat cincau hitam dalam satu drum selama tiga jam. Proses yang dijalankan, yaitu memasak daun janggelan di atas tungku dengan panas tinggi, lalu penyaringan untuk mengambil sarinya.

Selain itu, mencampur air sari daun janggelan dengan tepung terigu. Komposisi setiap drum, yaitu tiga kilogram daun yang didatangkan dari Pacitan dan dua kilogram tepung terigu. Juga, air yang terlebih dulu dimasak di dalam drum.

"Untuk daun janggelan yang dimasak campuran antara yang lembut dan kasar," ujar Jaenuri kepada jatimnet.com.

BACA JUGA: Nasi Krawu, Kuliner Khas Gresik yang Naik Kelas 

Setelah janggelan matang, maka langkah selanjutnya mengangkat dan meletakkannya ke dalam ember. Lantas didiamkan beberapa saat agar dingin dan teksturnya kenyal seperti agar-agar." Untuk penjualannya diambil sendiri oleh pembeli. Baik untuk dijual lagi atau digunakan memenuhi kebutuhan pribadi," kata dia.

Oleh pembeli, cincau hitam produksi Jaenuri dijual ke beberapa wilayah di Kabupaten Madiun, seperti Kecamatan Geger, Dolopo, Dagangan dan Mejayan. Selain itu, ke Ponorogo, Magetan, dan Kota Madiun.

Damayanti salah seorang pembeli, mengatakan bahwa cincau dari Jaenuri diolah menjadi minuman untuk santapan buka puasa. Cincau dipadukan dengan cendol dan dicampur dengan sirup gula merah. Untuk menambah kesegaran, maka ditambah es batu.

"Saya menjual untuk takjil atau buka buka puasa bagi orang-orang di sekitar rumah," ujar perempuan warga Desa Padas, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun itu.

Baca Juga

loading...