Menteri Perdagangan Sidak Harga Bahan Pokok di Malang

Stok melimpah, harga normal cenderung turun
David Priyasidharta

Jumat, 31 Mei 2019 - 21:55

JATIMNET.COM, Malang – Menteri Perdagangan Enggartio Lukita turun ke Pasar Lawang dan Pasar Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat 31 Mei 2019. Kegiatannya ini sebagai salah satu wujud komitmen mengawal stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) hingga menjelang Lebaran 2019.

“Masyarakat di Malang dan secara umum di Jawa Timur tidak perlu mengkhawatirkan kondisi bapok saat menghadapi Lebaran beberapa hari ke depan," kata Enggar, sapaan Enggartiasto Lukita dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com.

Ia membandingkan harga bapok di Malang dengan di Bandung. Menurutnya, harga bapok di Malang sangat stabil dan cenderung turun.

BACA JUGA: Harga Telur dan Ayam Naik, Khofifah Anggap Wajar

"Saya dapat sampaikan harga daging sapi di Jawa Timur adalah yang terendah dibanding daerah-daerah lain karena merupakan salah satu daerah pemasok. Pasokan bapok juga terpantau melimpah bahkan hingga Lebaran Haji,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan harga beberapa komoditas di Jawa Timur yang lebih murah dibandingkan daerah-daerah lainnya di Indonesia misalnya beras yang dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET), telur ayam, minyak goreng, daging ayam, dan cabe rawit.

Komoditas bawang putih yang beberapa minggu lalu sempat mengalami kenaikan, telah kembali normal ke tingkat harga Rp35.000 per kilogram. Adapun, harga gula memiliki kecenderungan sedikit naik meski masih di bawah harga acuan.

BACA JUGA: Pemkot Probolinggo Anggap Harga Kebutuhan Pokok Masih Normal

“Produk hortikultura ada yang mengalami sedikit kenaikan harga seperti cabe merah besar, dan yang harganya turun rendah seperti cabe rawit," katanya.

Namun, ia menganggap wajar terjadi karena memang merupakan produk musiman. Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan harga antara konsumen, petani, dan peternak.

Dengan kestabilan pasokan dan harga ini, ia mengapresiasi pemerintah kabupaten, dinas provinsi, dinas kabupaten, seluruh pedagang, dan pengusaha yang berpartisipasi mengendalikan kondisi bapok selama tiga tahun berturut-turut, khususnya pada hari besar keagamaan nasional (HBKN).

Baca Juga

loading...