Al Kitab itu diminta untuk disimpan di Kantor Arsip Nasional.

Menkumham Minta Al Kitab Peninggalan Belanda di Gereja Probolinggo

Zulkiflie

Reporter

Zulkiflie

Rabu, 27 Maret 2019 - 11:30

JATIMNET.COM, Probolinggo - Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Hamonangan Laoly meminta Al Kitab milik Gereja Merah di Jalan Suroyo, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, agar dipindahkan ke kantor arsip nasional.

Menkumham tiba di Gereja Merah, Rabu27 Maret 2019, sekitar pukul 7.00 WIB.

Tiba di gereja yang dibangun di masa kolonial tahun 1862 itu, Menkumham segera masuk, dan mengamati bagian di dalam gereja.

Mulai dari tiga ruangan gereja, yakni ruangan utama jemaah gereja, ruangan pastori gereja, dan ruangan penyimpanan barang bersejarah.

BACA JUGA: Polisi dan TNI Sterilisasi Gereja Merah Probolinggo

Menkumham juga melihat sejumlah benda bersejarah yang ada di dalam gereja, di mana benda tersebut masih berfungsi sampai saat ini.

Seperti alat-alat Perjamuan Kudus, Cawan, dan seloki, di mana seluruhnya dibuat tahun 1868.

Serta ada juga Al Kitab yang masih menggunakan bahasa Belanda Kuno, ditulis pada tahun 1818 hingga 1819.

Mengetahui keberadaan Al Kitab milik Gereja Merah, dengan usia yang tua, Menkumham langsung meminta, agar Al Kitab bersejarah itu, dipindahkan ke Kantor Arsip Nasional.

BACA JUGA: Mengenal "Gereja Merah" di Kota Probolinggo

Tujuannya agar keberadaan Al Kitab, tetap terjaga dan terawat keberadaannya.

Menkumham menyebut, Kota Probolinggo merupakan contoh kebhinekaan Negara Indonesia.

Di mana, meski Gereja Merah terletak di pusat kota santri Probolinggo, dan masuk kawasan Tapal Kuda, keharmonisan antara umat beragama setempat tetap terjaga.

"Kota Probolinggo ini, merupakan simbol kebhinekaan Indonesia. Dan saya harap Gereja Merah terus dijaga dan dilestarikan, karena memiliki nilaisejarah," kata Menkumham, Rabu 27 Maret 2019.

BACA JUGA: Polrestabes Terapkan One Gate System di Seluruh Gereja

Sebelum melanjutkan kunjungan kerjanya, Menkumham sempat memanjatkan doa di Gereja Merah, dipimpin oleh Pendeta Ribka Yuneri Atalaka.

Terpisah Pendeta Gereja Merah, Ribka Yuneri Atalaka mengaku akan memenuhi kemauan Menkumham, yang meminta memindahkan Al Kitab milik Gereja Merah ke Kantor kearsipan RI.

"Karena kita warga Indonesia, tentunya akan kita penuhi permintaan Menkumham,"kata Ribka.

Gereja Merah di Kota Probolinggo menampung hingga 200 jemaah. Gereja Merah saat ini digunakan Jemaah Kristen Protestan, di bawah naungan GPIB (Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat) Immanuel.

Baca Juga

loading...