Logo

Anak Punk di Banyuwangi Keroyok Warga Hingga Meninggal Dunia

Reporter:,Editor:

Jumat, 06 February 2026 05:45 UTC

Anak Punk di Banyuwangi Keroyok Warga Hingga Meninggal Dunia

Kondisi rumah duka di jalan raya Situbondo, Desa Ketapang, Banyuwangi. Foto: Hermawan

JATIMNET.COM,  Banyuwangi - Seorang warga Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi meninggal dunia usai dikeroyok belasan anak punk, Rabu, 4 Februari 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.

Ironisnya, setelah melakukan pengeroyokan, para anak punk itu sempat berselebrasi. Tidak hanya itu, mereka juga mengacungkan jari tengah setelah melihat tubuh korban bernama Irawan, 46 tahun terkapar.  

Adik korban, Trias Oktania bercerita pengeroyokan bermula ketika ada tiga anak punk yang mengamen di rumah korban yang terletak di tepi jalan jalur Banyuwangi - Situbondo.

Tanpa diketahui penyebabnya, cekcok terjadi. Tiga anak punk lari, lalu dikejar oleh korban.  Berjarak 100 meter, rupanya ada banyak anak punk. Korban lalu dikeroyok.

"Ada sekitar 10-15 orang anak punk. Kakak saya dipukuli sampai terkapar," kata Oktania.

BACA: Bikin Resah Pengguna Jalan, Satlantas Polres Ponorogo Hukum Anak Punk 

Pengeroyokan baru buyar ketika warga berdatangan. Gerombolan anak punk itu lalu pergi menumpang truk towing ke arah Situbondo.

"Setelah memukuli mereka pergi sambil kayak merayakan di atas truk towing," ujarnya, Jumat, 6 Februari 2026.

Berdasarkan kesaksian warga di lokasi kejadian, para anak punk terlihat mengacungkan jari tengah sembari berselebrasi. Sementara, korban yang terkapar dievakuasi ke rumah sakit.

Oktania menyebut korban dilarikan ke RSUD Blambangan. Korban sempat dirawat sejam sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

"Banyak luka di bagian kepala, hidungnya penyok dan muntah-muntah. Saat di rumah sakit sudah tidak sadarkan diri setelah satu jam dirawat meninggal dunia," bebernya.

BACA: Banyuwangi Bangun Shelter bagi ODGJ dan Anak Punk

Akibat kejadian ini keluarga masih cukup syok. Korban merupakan tulang punggung keluarga. Ia meninggalkan seorang istri dan anak yang masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar.

Belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian. Namun, informasi yang berhasil dihimpun sudah ada beberapa terduga pelaku pengeroyokan yang berhasil ditangkap.