Logo

Harga Cabai Rawit Tembus Rp80 Ribu, Satgas Pangan Lamongan Turun Tangan

Reporter:,Editor:

Jumat, 06 February 2026 04:45 UTC

Harga Cabai Rawit Tembus Rp80 Ribu, Satgas Pangan Lamongan Turun Tangan

Kanit IV Tipideksus Reskim Polres Lamongan Ipda Lizma Ramadhama bersama Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Lamongan Anang Taufik saat Operasi Pasar di Pasar Sidoharjo Lamongan. Foto: Zuditya Saputra

JATIMNET.COM, Lamongan – Harga cabai rawit di pasaran Kabupaten Lamongan melonjak hingga mencapai Rp80 ribu per kilogram. Melejitnya harga komoditas bahan dasar pembuat sambal ini dinilai di luar batas kewajaran.

Oleh karena itu, Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Mutu dan Pangan Kabupaten Lamongan melakukan operasi pasar, Jumat, 6 Februari 2026.

Kegiatan yang juga melibatkan Dinas Koperasi Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian ini menyasar sejumlah toko di Pasar Sidoharjo Lamongan.

Dalam operasi pasar itu diketahui lonjakan harga cabai rawit merupakan dampak dari musim penghujan. Kondisi cuaca dinilai menyebabkan tanaman terserang penyakit hingga akhirnya hasil panen kurang maksimal.

BACA: Menjelang Nataru, Bawang Merah dan Cabai Rawit di Ponorogo Turun Harga 

Berdasarkan fakta di lapangan itu, Ipda Lizma Ramadhama perwakilan dari Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga Mutu dan Pangan menyatakan akan melakukan intervensi kepada pedagang di Pasar Sidoharjo.   

"Kami akan mencoba intervensi untuk menurunkan dari harga Rp80.000 menjadi Rp65.000 hingga Rp60.000 per kilogram," kata Kanit IV Tipideksus Reskim Polres Lamongan ini.

Menurut Lizma, kanaikan harga cabai naik disebabkan karena tingginya curah hujan. Selain itu, pedang tidak melakukan pembelian langsung dari petani. "Jadi, kita mungkin intervensinya ke pedagang agar melakukan pembelian langsung dipetani," katanya.

Ia juga mengimbau agar warga tidak perlu khawatir terkait ketersediaan stok bahan pokok. Ia memastikan pasokannya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat menjelang Ramadan. "Jangan khawatir, jangan membeli barang berlebihan, stok masih aman," ucapnya.