Mayoritas Hakim Mahkamah Agung Brazil Kriminalkan Homofobia

Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 24 Mei 2019 - 09:44

JATIMNET.COM, Surabaya – Jika di banyak negara LGBT bisa dikriminalkan, mayoritas hakim Mahkamah Agung di Brazil memilih untuk mengkriminalkan Homofobia dan Transfobia. Namun, keputusan yang belum final ini masih akan diperdebatkan lagi pada bulan depan.

Enam dari 11 hakim memilih untuk mempertimbangkan, diskirminasi terhadap gay dan transjender sama dengan tindakan rasisme.

Keputusan ini membuat komunitas yang rentan mendapatkan kekerasan, untuk mendapatkan perlindungan, kata aktivis setempat.

Gereja Katolik dan gerakan evangelikal menjadi pengkritik umum dari hak gay, serta Presiden Jair Bolsonaro yang terpilih tahun lalu dengan dukungan kuat dari kelompok konservatif, menyebut dirinya sebagai homofobik, dikutip dari Bbc.com, Jumat 24 Mei 2019.

BACA JUGA: Polisi Gay Jateng Dipecat, LBH Sebut Ada Pelanggaran HAM

“Kejahatan homofobik sama membahayakannya seperti kekerasan fisik,” kata Wakil Presiden Mahkamah Agung Luiz Fux, ketika memberikan suaranya, seraya mengutip “level epidemic atas kekerasan homofobik”.

Brazil sendiri dikenal sebagai negara dengan populasi Katolik terbesar, namun juga memiliki jumlah pemuda liberal dan berpendidikan yang terus berkembang, dan bersemangat untuk berjuang memenuhi hak gay dan trans, kata koresponden setempat.

Negara tersebut telah melegalkan pernikahan sesama jenis di 2013, dan pasangan LGBT juga telah memiliki hak adopsi.

Tahun lalu, 420 LGBT tewas disepanjang Brazil, salah satu negara yang paling keras di dunia, kata kelompok Grupo Gay da Bahia.

BACA JUGA: Diprotes, Brunei Tunda Terapkan Hukum Mati LGBT

Sejumlah aktivis telah mengajukan kekhawatiran atas kemungkinan meningkatnya tindak kriminal terhadap gay dan transjender dengan terpilihnya Bolsonaro, sosok yang memberikan penekanan pada rasisme dan misogini, atau kebencian terhadap perempuan.

Dalam wawancara sebelumnya, ia mengatakan lebih baik memiliki anak laki-laki yang mati dibandingkan anak laki-laki homoseksual. Bulan lalu, Bolsonaro juga menerika kritik karena mengatakan Brazil seharusnya tidak menjadi “surganya wisata gay”.

Baca Juga

loading...