Mahasiswa UKWM Ciptakan Cemilan Sehat Berbahan Bayam

Khoirotul Lathifiyah

Minggu, 28 April 2019 - 10:20

JATIMNET.COM, Surabaya – Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya membuat inovasi cemilan sehat berbahan dasar bayam. Inovasi ini untuk mendorong masyarakat menggemari bayam. Terlebih bayam cukup mudah dijumpai.

“Apalagi bayam mengandung zat besi paling tinggi dibanding sayur lainnya,” kata Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian UKWMS Cristina Amelia Hendrawan saat dijumpai di kampusnya, Minggu 28 April 2019.

Snack bayam ini memiliki tekstur seperti keripik yang cenderung kering. Dengan bentuk yang ringan, serta menyerupai keripik, memudahkan untuk dibawa ke mana-mana, layaknya cemilan lainnya.

BACA JUGA: Mahasiswa Widya Mandala Surabaya Ubah Jelantah Jadi Biodesel

Perempuan asal Bali ini mengungkapkan cara memproduksinya relatif mudah dan murah. Karena ia bisa membeli bayam diberbagai tempat seperti pasar tradisional maupun supermarket.

“Untuk bayamnya harus menggunakan bayam raja. Karena daunnya lebih besar dari jenis bayam lainnya,” kata perempuan berusia 21 tahun ini.

Dengan daun yang lebih besar, lanjut Amelia, akan menghasilkan cemilan yang lebih banyak. Ia menjelaskan untuk membuat keripik bayam ini melalui beberapa tahap.

Tahapan pertama daun bayam dijadikan bubuk sebagai adonan. Tahapan ini meliputi pencucian, pengukusan, pengeringan hingga mem-blender bayam.

BAYAM RAJA. Dua mahasiswa UKWM menganjurkan memilih bayam raja untuk dijadikan cemilan. 

Proses pengukusan harus menggunakan suhu 100 derajat celsius dengan estimasi waktu lima menit. Agar kandungan zat besi tetap terjaga dan juga kandungan mikroba atau bakteri sudah terbunuh.

Seteleh menjadi bubuk, Amelia menjelaskan dirinya tinggal membuat adonan agar menjadi cemilan ringan. Dalam hal ini terdapat dua pilihan dalam mencampurkan adonan, yakni menggunakan tepung tapioka atau ditambah dengan sari kedelai.

“Menggunakan tepung tapioka ini sebagai unsur pengikat, agar ketika digoreng teksturnya tidak rusak. Sedangkan sari kedelai berfungsi agar snack bayam tetap renyah,” kata Amelia.

Penggunaan sari kedelai agar teksturnya renyah dan juga menambah kandungan protein. Sedangkan jika hanya menggunakan tepung tapioka, hanya menghasilkan warna yang terlalu pekat dan tekstur yang keras.

BACA JUGA: Selamatkan Kulit dengan Beetabeauty Skincare

Ia berharap adanya inovasi ini banyak yang gemar mengonsumsi sayuran, khususnya bayam yang mengandung zat besi tinggi. Selain itu harga untuk cemilan ini relatif murah, yakni hanya Rp 8.000 per bungkus. Ukurannya juga hampir sama dengan cemilan di supermarket.

“Penelitian ini masih butuh inovasi lebih lanjut untuk mengenai ketahanannya,” kata dia. Selama ini dia menjajal menyumpan selama dua bulan, di tempat yang rapat seperti toples, dengan suhu normal atau tidak teelalu panas maupun dingin.

Inovasi ini merupakan hasil penelitian skripsi yang dilakukan dua mahasiswi, yakni Amelia dan rekannya Celine Christina Handoko (21).

Baca Juga

loading...