LTMPT Luncurkan Metode Screen Reader UTBK 2019 Bagi Tunanetra

David Priyasidharta

Jumat, 3 Mei 2019 - 17:25

JATIMNET.COM, Jakarta - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) meluncurkan metode screen reader Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2019 bagi peserta disabilitas tunanetra di Gedung D Kantor Kemenristekdikti Senayan Jakarta, Jumat 3 Mei 2019. Peluncuran metode ini dilakukan Menteri Riset, Tekonologi dan Pendidikan Tinggi Moh Nasir

Ketua LTMPT Ravik Karsidi mengatakan metode ini diadopsi untuk memberikan aksesibilitas bagi peserta tunanetra. "Melalui perangkat lunak ini, peserta disabilitas tunanetra dapat membaca tulisan di layar komputer," kata Ravik dalam siaran pers.

Tim LTMPT telah menyediakan infrastruktur untuk penggunaan metode screen reader tersebut dan telah dilakukan uji coba serta siap untuk digunakan bagi peserta disabilitas tunanetra.

BACA JUGA: Arumi Sebut Penyandang Disabilitas Adalah Anak Istimewa

Jumlah peserta UTBK 2019 yang terdaftar sebagai peserta disabilitas tunanetra sebanyak 70 peserta yang terbagi dalam dua gelombang. Pada UTBK gelombang I terdapat 38 peserta yang akan mengikuti ujian pada 4 Mei 2019 dan untuk gelombang II terdapat 32 peserta yang akan mengikuti ujian pada 25 Mei 2019.

Lokasi ujian para disabilitas tunanetra tersebar di 18 Pusat UTBK. Peserta disabilitas tunanetra terbanyak akan melaksanakan ujian di Pusat UTBK Universitas Negeri Yogyakarta yaitu 16 peserta dan Pusat UTBK Universitas Pendidikan Indonesia yaitu 12 peserta.

Apabila dilihat berdasar kelompok ujiannya, peserta disabilitas tunanetra terbanyak mengikuti kelompok Soshum yaitu 63 peserta dan Saintek sebanyak 7 peserta.

Ravik mengatakan karakter UTBK untuk peserta tunanetra diantaranya yaitu, semua materi UTBK dinarasikan dalam bentuk audio berupa bahasa.

BACA JUGA: Kisah Wahyu, Raih Gelar Sarjana Komputer Tanpa Kedua Tangan

Ia mengatakan item soal telah diakomodasi berdasarkan kemampuan dan keterbatasan tunanetra. "Materi tes setara dengan peserta yang dapat melihat. Waktunya sama dengan peserta lain, tetapi jumlah soal dikurangi 20 persen," katanya.

Selain itu, teks bacaan tidak lebih dari tiga praragraf dan menghindari kata-kata visual. Kemudian, gambar, tabel atau grafik dinarasikan atau dimodifikasi dan sistem operasinya menggunakan keyboard, tanpa mouse.

Dalam peluncuran tersebut Menristekdikti didampingi Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar serta Ketua MRPTNI Kadarsah Suryadi.

Baca Juga

loading...