Arumi Sebut Penyandang Disabilitas Adalah Anak Istimewa

Khoirotul Lathifiyah

Sabtu, 23 Maret 2019 - 18:16

JATIMNET.COM, Surabaya - Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Arumi Bachsin menyemangati penyandang disabilitas agar tetap optimistis meraih mimpinya dalam acara Walk for Autism , di Lapangan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Lidah Wetan, Sabtu 23 Maret 2019.

"Dengan adanya acara ini bisa saling mengenal, diskusi, dan konsultasi satu sama lain untuk menyatukan rasa yang bagi saya sangat penting, bahwa we are not alone ," kata Arumi.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh orang tua agar tetap semangat membimbing putra-putrinya menuju masa depan yang lebih cerah. Selain itu, kata Arumi, peran masyarakat juga penting untuk terus menumbuhkan rasa toleransi antar sesama.

Menurut Arumi, anak-anak istimewa ini merupakan anugerah dari Tuhan. Ia yakin bahwa orang tua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan orang-orang pilihan, karena tidak semua orang bisa menghadapi masalah seperti ini.

BACA JUGA: Peer Buddy Kikis Diskriminasi Siswa Disabilitas di Dalam Kelas

"Mudah-mudahan terus berlanjut dan semakin besar agenda ini, sehingga kita bisa berjalan beriringan menuju masa depan yang cerah," katanya.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Surabaya Iis Hendro Gunawan menjelaskan, kegiatan yang diselengarakan Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya bekerja sama dengan Junior Chamber International (JCI) East Java ini bertujuan menumbuhkan toleransi antar sesama dan tidak ada diskriminasi pada anak ABK.

"Kuncinya adalah berjejaring. Mereka juga bisa memberikan manfaat kepada yang lainnya. Semuanya sama dan hari ini sudah di level penuh. Hadir semua di sini," kata Iis.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Bambang Yulianto menyampaikan pihaknya akan terus mendukung kegiatan seperti ini. Apalagi pada tahun ini Unesa menyediakan Pusat Studi Layanan Disabilitas.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Tambah Fasilitas Publik untuk Penyandang Disabilitas

"Layanan ini untuk memfasilitasi anak-anak istimewa untuk melakukan terapi maupun testimoni yang diberikan gratis untuk umum," katanya.

Ia menyampaikan bahwa di Unesa pada jalur mandiri akan memberikan fasilitas untuk penyandang disabilitas dan diupayakan mendapatkan beasiswa.

Bambang berharap kegiatan ini terus berlangsung agar mampu membimbing anak didik lebih baik dan menumbuhkan toleransi antar sesama.

Baca Juga

loading...