Lima Ribu Botol Jamu tak Izin BPOM Diamankan Polrestabes

M. Khaesar Januar Utomo
M. Khaesar Januar Utomo

Kamis, 16 Mei 2019 - 19:16

JATIMNET.COM, Surabaya – Unit Tindak Pidana Ekonomi Satreskrim Polrestabes Surabaya mengamankan 150 kardus jamu yang tidak dilengkapi dokumen izin edar dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI. Dari kasus ini polisi menetapkan Marjonlis Dauly warga Probolinggo sebagai tersangka.

Kanit Tindak Pidana Ekonomi Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Teguh Setiawan mengatakan jamu yang diamankan di Polrestabes Surabaya tersebut tidak memiliki izin edar dari BPOM RI dengan merek Binaraci itu.

Selama ini pelaku memasang logo BPOM RI, namun merek tersebut tidak terdaftar. “Pelaku mengedarkan jamu dari Probolinggo ke beberapa wilayah Surabaya,” katanya, Kamis 16 Mei 2019.

BACA JUGA: Kejati Jatim Tunggu Pelimpahan Berkas Kasus Kosmetik Ilegal

Meskipun begitu, polisi tidak menahan pelaku lantaran hukumannya di bawah lima tahun. “Pelaku hanya kami wajibkan lapor,” kata Teguh.

Selama ini pelaku sudah menjalankan bisnis jamu tak berizin BPOM sudah berjalan enam tahun. “Makanan dan minuman yang dikonsumsi, wajib memiliki izin edar dari BPOM. Begitu juga dengan jamu," ucap Teguh.

Penangkapan pelaku setelah Unit Pidek Satreskrim menggelar operasi pangan. Tim memperoleh informasi adanya peredaran jamu yang dipasarkan di Surabaya tanpa izin edar dari BPOM. Setelah memastikan informasi tersebut, tim memburu dua unit pikap yang mengangkut jamu tersebut.

Teguh Setiawan menambahkan bahwa hasil pemeriksaan jamu tersebut, bahan yang digunakan berbahan herbal. Seperti temulawak, kunyit, temu ireng, secang, kencur, kunci dan bahan lain. Bahkan jamu ini, oleh tersangka Marjonlis Dauly pemilik CV Loka Jaya Abadi, diproduksi menggunakan tungku yang kemudian direbus.

BACA JUGA: BPOM Jatim Amankan Produk Impor  dari Korea Selatan

Tertangkapnya Marjonlis Dauly yang tidak memiliki izin edar dari BPOM juga pernah dilakukan Karina Indah Lestari (26). Warga Putuk Banaran Kandangan Kediri, yang ditangkap Polda Jatim ini tidak mendaftarkan kosmetiknya ke BPOM.

Adapun barang bukti yang diamankan dari Marjonlis Dauly, dua unit pikap Mitsubishi L300 dan Daihatsu, dua lembar surat jalan CV Loka Jaya Abadi, empat anak kunci dan 105 dus jamu merk Binaraci atau sebanyak 5.250 botol sebagai barang bukti.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan atau Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Baca Juga

loading...