Lima Hoaks yang Pernah Bikin Heboh Surabaya

Nani Mashita

Selasa, 2 April 2019 - 13:57

JATIMNET.COM, Surabaya - Tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Anti Hoaks Internasional. Kabar bohong yang semakin marak terjadi kerap berdampak pada masyarakat yang langsung percaya tanpa verifikasi terlebih dulu.

Sejak beberapa tahun terakhir, Surabaya juga jadi sasaran hoaks yang disebar baik lewat aplikasi perpesanan ataupun media sosial. Berikut sejumlah hoaks yang menghebohkan warga Suroboyo dirangkum dari berbagai sumber.

1. Nikah Massal Gratis di Gedung Negara Grahadi

Akhir tahun 2017, warga Kota Surabaya dihebohkan dengan selebaran nikah massal gratis. sebenarnya nikah massal kerap dilaksanakan di Kota Surabaya.

BACA JUGA: Dua April, Diperingati Sebagai Hari Anti Hoaks Internasional

Tapi kabar satu ini berbeda. Dengan mengusung tema Golek Garwo 2017, selebaran ini mengklaim penyelenggara acara adalah Pemprov Jatim. Diselenggarakan pada 1 November hingga 10 November 2017  di Gedung Negara Grahadi. Syaratnya mudah yaitu bermodal KTP, foto diri 3x4 dan biodata pribadi.

Kabar yang beredar dari satu grup Whatsap ke grup lainnya serta media sosial ini menghebohkan masyarakat. Lantaran info serupa juga pernah dilakukan di kota lain. Tapi Pemprov Jatim langsung mengklarifikasi bukan sebagai penyelenggara dan membantah ada pelaksanaan nikah massal di Grahadi.

BACA JUGA: KSP: Pemuda Aceh Tawarkan Solusi Anti Hoaks

2. Surabaya Dilanda Gempa Besar

Akhir 2018, warga Surabaya digegerkan dengan kabar kalau Kota Pahlawan ini akan dilanda gempa besar akibat pergerakan dua sesar yaitu sesar Waru dan sesar Surabaya.

Sesar Surabaya membentang mulai kawasan Keputih, Surabaya hingga Cerme, Gresik. Sementara sesar Waru membentang mulai dari Rungkut, Surabaya hingga Jombang. Sesar tersebut berpotensi menimbulkan gempa darat. Apabila terjadi gempa, kekuatan yang terjadi bisa mencapai 6,5 skala richter (SR).

Memang benar ada dua sesar yang melintasi Kota Surabaya.  Namun kabar yang mengatakan akan segera terjadi gempa adalah bohong karena tidak ada satupun yang mampu mengetahui kapan gempa akan terjadi.

BACA JUGA: Honorer Sebarkan Hoaks Bupati Sampang Mobilisasi Kades Dukung Jokowi

3. Crazy Rich Surabayan Kasih Doorprize Jaguar

Kabar bohong juga dialami oleh seorang keluarga di Surabaya saat menggelar pernikahan. Kabar menyebutkan bahwa mereka yang hadir dalam acara resepsi akan mendapatkan suvernir emas dan doorprize sebuah mobil mewah Jaguar.

Kabar pernikahan keluarga yang dijuluki Crazy Rich Surabayan itu menghebohkan media massa lokal maupun nasional selama berhari-hari. Setelah sekian lama, pihak keluarga Jusup Maruta Cahyadi dan Clarissa Wang membantah isu tersebut.

4. Bom Surabaya Pengalihan Isu

Sebuah peristiwa tragis dan memilukan terjadi di Surabaya 2018 lalu. Tiga gereja, yaitu Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya jadi sasaran pengeboman. 25 orang tewas, 13 di antaranya adalah pelaku pengeboman.

BACA JUGA: Menkominfo Ajak Pekerja Media Perangi Hoaks

Di tengah kabar duka tersebut, muncul berita bahwa bom Surabaya adalah sebuah skenario pengalihan isu. Pelaku penyebaran kabar hoaks itu seorang dosen Universitas Sumatera Utara. Selain dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Arsip, dia juga jadi pesakitan.

5. Bebas Pajak Kendaraan

Polda Jatim juga jadi sasaran kabar hoaks. Informasi yang disebar di media sosial yaitu adanya program pemutihan pajak kendaraan roda dua dan empat yang diselenggarakan pada 1 Maret - 1 Mei 2019. Masyarakat dipersilakan untuk mengurus pemutihan di kantor Samsat Manyar Surabaya.

Namun kabar itu langsung dibantah oleh pihak kantor Samsat Manyar Surabaya. Lantaran belum menerima surat resmi soal program pemutihan dari Pemprov Jatim.

Baca Juga

loading...