Honorer Sebarkan Hoaks Bupati Sampang Mobilisasi Kades Dukung Jokowi

Mustofa

Reporter

Mustofa

Kamis, 28 Maret 2019 - 10:03

JATIMNET.COM, Sampang - Bupati Sampang Slamet Junaidi melaporkan seorang tenaga honorer Kementerian Agama ke Kepolisian Resor Sampang karena menyebarkan kabar bohong atau hoaks melalui situs jejaring Facebook. Laporan ini langsung ditindaklanjuti polisi dengan menangkap pelakunya yang merupakan guru madrasah.

Junaidi mengaku telah bertemu dengan guru penyebar hoaks itu dan mengisyaratkan tak akan menyelesaikan perkara itu lewat jalur damai. "Dia (guru) nangis-nangis ke saya. Tapi tetap harus diproses hukum karena sudah menyebar kemana-mana," kata pria yang akrab disapa Jih Idi ini kepada wartawan di rumah dinasnya, Rabu 27 Maret 2019.

Junaidi tidak merinci identitas si guru dan hanya menyebutkan bahwa tempat tinggalnya di Kecamatan Robatal, berstatus guru  sukarelawan (sukwan) dan ijasah terakhirnya diploma tiga.

BACA JUGA: TKD Jatim Lebih Takut Hoaks daripada Swing Voters

Setelah melihat postingan di Facebook, Slamet Junaidi berang dan menempuh jalur hukum. Ia menganggap perbuatan yang dilakukan pelaku di Facebook itu sangat memojokkan mantan politisi Senayan ini.

Antara lain, pelaku menuding bahwa Bupati Sampang telah memerintahkan seluruh kepala desa di Sampang untuk memenangkan Calon Presiden Joko Widodo. Bahkan disebutkan juga demi memenangkan capres nomor urut 01 itu, aparat kepolisian telah dikondisikan.

Agar lebih meyakinkan, pelaku memasangkan foto Slamet Junaidi dengan Presiden Joko Widodo di halaman akun facebook-nya. "Karena berita hoaks sudah menyebar kemana-mana, maka tetap proses hukum sesuai aturan yang berlaku, saya sangat dirugikan," ujarnya.

BACA JUGA: Kementerian Kominfo Identifikasi Ratusan Hoaks Jelang Pemilu

Politisi Nasdem ini mengingatkan lagi bahwa jabatan bupati merupakan jabatan politik, sehingga tidak ada persoalan manakala berafiliasi politik dengan salah satu calon di Pilpres 17 April nanti. “Saya berangkatnya dari politik, beda dengan ASN, kalau ASN harus netral," kata dia.

Terpisah, Humas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang, Faisol Ramdhani, membenarkan ada salah satu pegawai tenaga honorer Kemenag berinisial AR berada di kantor polisi tiga hari lalu. "Terkait penanganaan kasus hukum, kami menyerahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian,” kata dia.

Sementara Kasubbag Humas Polres Sampang Ipda Eko Puji Waluyo belum bisa memberikan informasi apapun terkait kasus itu. "Belum ada instruksi pimpinan, beliau masih rapat di Polda," tutur Puji.

Baca Juga

loading...