TKD Jatim Lebih Takut Hoaks daripada Swing Voters

Baehaqi Almutoif
Baehaqi Almutoif

Jumat, 8 Maret 2019 - 19:29

JATIMNET.COM, Surabaya - Lembaga Survei Polmark Indonesia menyebut masih ada sekitar 33,8 persen pemilih di Pilpres 2019 belum menentukan pilihan. Jumlah itu masih terus bertambah mengingat dari 40,4 persen pemilih pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, sebanyak 9 persen di antaranya masih bisa berubah.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur Machfud Arifin mengatakan, survei yang disebut Polmark boleh saja menyebut pemilih bimbang masih besar. Namun ia punya cara sendiri untuk meyakinkan agar yakin memilih pasangan nomor urut 01 tersebut.

BACA JUGA: TKD Jatim Dalami Pembakaran Kaus Bergambar Jokowi-Ma'ruf Amin

"Yang penting praktiknya saja. Itu juga akan memacu kita untuk sering turun ke bawah memberikan pemahaman tentang program-program Pak Jokowi," ujar Machfud ditemui di Kantor Pemenangan TKD Jawa Timur, Jumat 8 Maret 2019.

Mantan Kapolda Jawa Timur itu optimistis suara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin semakin membaik setiap harinya. Hasil survei internal yang dilakukan sudah berbalik dibanding pemilu 2014. Bondowoso yang di 2014 kalah, kini sudah berbalik unggul. Kemudian di Bangkalan yang di pemilu lima tahun lalu hanya menang 20 persen, juga sudah berbalik.

BACA JUGA: TKD Jatim: Debat Capres Menang 5-0

"Jangan takut orang-orang yang swing voters (pemilih bimbang) itu orang yang pintar. Nunggu nanti di debat ketiga dan keempat serta kelima, orang sudah memilih ke Pak Jokowi, Saya yakin banyak lari ke Pak Jokowi," urainya.

Machfud mengakui, sebenarnya yang ditakuti TKD bukanlah swing voters, melainkan hoaks. Semburan fitnah ini yang semakin hari kian kuat.

"Survei kita belum selesai, secara nasional lembaga survei cenderung kita masih unggul angka cukup Lumayan, 20 persen lah," tuturnya.

BACA JUGA: TKD Jatim Ingatkan Bahayanya Hoaks Pemilu

Hasil tersebut juga tergambar di Jawa Timur. Menurut pria kelahiran Surabaya itu, di lapangan pihaknya telah merasakan terus menggeliat suara untuk Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Beberapa titik seperti Madura sudah terlihat, kemudian Lamongan dan Gresik juga sama. Tinggal Pacitan yang merupakan basis Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), diharapkan segera berbalik.

Baca Juga

loading...