Rabu, 04 February 2026 02:30 UTC

Proses evakuasi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Foto: Hermawan
JATIMNET.COM, Banyuwangi - Operasi pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali memasuki fase krusial.
Satu per satu potongan struktur kapal mulai terangkat ke permukaan air. Dalam evakuasi, PT Buto harus mengerahkan kapal derek raksasa Pioneer 88.
Alasannya, bobot dan kondisi kapal yang berada di dasar laut. Secara teknis, evakuasi ini menggunakan metode underwater cutting atau memotong struktur kapal menjadi beberapa bagian di bawah air sebelum dikerek ke atas.
"Hingga hari ketiga operasi, perkembangannya cukup signifikan. Lambung area kamar mesin dan dek kendaraan berhasil diangkat,” ujar Kasatpolairud Polresta Banyuwangi Kompol Mochamad Wahyudi, Rabu, 4 Februari 2026.
BACA: Pengawasan Selat Bali Diperketat Menjelang Evakuasi Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya
Selain itu, tiga unit kendaraan juga keluar dari dasar laut dalam kondisi ringsek berat akibat tekanan hidrolik dan korosi air laut.Terkait dengan posisi bangkai kapal, Wahyudi memastikan tidak mengganggu jalur kabel listrik bawah laut.
Hingga evakuasi hari ketiga, fokus petugas sempat teralih saat sesosok jenazah ditemukan mengambang di sekitar tongkang Pioner 88, Minggu, 1 Februari 2026 sekitar pukul 06.30 WIB.
Korban teridentifikasi melalui kartu identitas di sakunya sebagai I Wayan Teja Setiawan (Wawan), yang ditemukan masih mengenakan pakaian lengkap.
Proses evakuasi jenazah melibatkan kolaborasi ketat antara Satpolairud Polresta Banyuwangi, TNI AL, Basarnas, dan KPLP. Saat ini, jenazah telah berada di RSUD Blambangan guna menjalani proses identifikasi resmi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
BACA: Update Korban KMP Tunu Pratama, 31 Orang Selamat dan Lima Orang Meninggal
KSOP Kelas III Tanjung Wangi telah menetapkan status Zona Terbatas Sementara di titik koordinat 08^\circ 09’ 33,11” LS dan 114^\circ 29’ 52,03” BT.
"Kami telah menerbitkan Notice to Marine. Seluruh nakhoda wajib memperlambat kecepatan dan menjaga jarak aman dari area kerja yang telah ditandai dengan buoy pengamanan," tegas Ni Putu Cahyani, Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Tanjung Wangi.
Seperti diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Juli 2025. Sejak saat itu hingga sekarang atau tujuh bulan, bangkai kapal itu terkunci di dasar laut.
