Aksi menyebut HPN sebagai Hari Prabangsa Nasional

Kunjungan Presiden Jokowi ke Surabaya Disambut Aksi Demo Jurnalis

M. Khaesar Januar Utomo

Sabtu, 9 Februari 2019 - 11:47

JATIMNET.COM, Surabaya - Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ke Surabaya dalam peringatan hari pers Nasional (HPN) diwarnai aksi demo puluhan wartawan di depan patung Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Aksi ini menuntut presiden mencabut remisi I Nyoman Susrama terpidana pembunuh jurnalis dari Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Sebelum melakukan aksi, puluhan wartawan lebih dulu memasang spanduk bertuliskan tolak remisi pembunuh Jurnalis dengan foto Prabangsa, korban pembunuhan sadis yang dilakukan Susrama. Spanduk besar itu dipasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tepat di depan kantor Graha Pena kantor Jawa Pos.

BACA JUGA: Remisi Pembunuh Jurnalis, Jokowi Akan Digelari Musuh Kebebasan Pers

Puluhan wartawan ini juga membawa spanduk serta poster tolak remisi yang diberikan presiden kepada pembunuh jurnalis. Aksi ini sempat membuat kawasan Kebun Binatang Surabaya (KBS) macet.

"Aksi ini sudah kami lakukan di berbagai kota, dan hari ini menjadi puncak aksi menuntut pencabutan remisi bagi pembunuh jurnalis," kata Ketua AJI Surabaya, Miftah Farid, di depan patung KBS, Sabtu, 9 Februari 2019.

Farid mengatakan aksi dilakukan tepat di hari pers nasional (HPN) yang digelar di Surabaya yang rencananya juga akan dihadiri presiden Joko Widodo. "Ini merupakan deadline dari presiden Joko Widodo untuk memberikan jawaban keberatan kami," jelasnya.

Farid menilai pemberian remisi ini menunjukkan bahwa Presiden Jokowi tidak menjamin kebebasan pers serta keselamatan pers di Indonesia. "Kami mencatat di tanggal 9 Februari 2019 ini sebagai Hari Prabangsa Nasional," bebernya.

BACA JUGA: Aksi Jurnalis Protes Remisi Pembunuh Wartawan Bermunculan di Jatim

Pria 35 tahun ini menyebutkan ada sekitar 48 ribu lebih dukungan untuk mencabut remisi yang diberikan kepada pembunuh jurnalis melalui petisi dukungan. Aliansi Jurnalis Indipenden (AJI) Indonesia sudah menyerahkan ke pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM. "Dengan dukungan yang besar ini maka kami mendorong presiden untuk mecabut remisi tersebut," beber Farid.

Dalam aksi itu, puluhan wartawan ini menyayangkan Dewan Pers yang memberikan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo sebagai pahlawan kebebasan pers. "Namun kenyataannya Presiden belum mencabut remisi kepada pembunuh junalis, jadi ini yang membuat kami kecewa," ucap Ketua BidangAadvokasi Aji Indonesia, Sasmito Madrim.

Baca Juga

loading...