KPK Geledah Ruang Menteri Perdagangan Terkait Kasus Bowo

Hari Istiawan

Reporter

Hari Istiawan

Senin, 29 April 2019 - 16:57

JATIMNET.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Jakarta, Senin 29 April 2019.

“Penggeledahan dilakukan terkait penyidikan dugaan penerimaan gratifikasi dengan tersangka anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso (BSP),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin 29 April 2019.

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut, yakni anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso (BSP), Indung (IND) dari unsur swasta, dan Marketing Manager PT HTK Asty Winasti (AWI).

BACA JUGA: Pengusaha Malang Dicegah ke LN Berkaitan Kasus RK

Dalam perkembangan kasus itu, Saut Edward, pengacara Bowo Sisik menyebutkan bahwa sumber uang yang berada dalam amplop untuk digunakan Bowo Sidik dalam "serangan fajar" pada Pemilu 2019 berasal dari salah satu menteri di Kabinet Kerja.

"Sumber uang Rp 8 miliar yang ada di amplop tersebut dari salah satu menteri yang sekarang jadi menteri di kabinet ini," ucap Edward usai menemani Bowo yang diperiksa di gedung KPK.

Untuk diketahui, KPK telah mengamankan 82 kardus dan dua boks kontainer yang berisikan sekitar 400 ribu amplop berisi uang yang diduga dipersiapkan oleh Bowo.

BACA JUGA: Jawa Timur dalam Kancah Korupsi Nasional

Dari 82 kardus dan dua boks kontainer itu, terdapat uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukan dalam amplop.

Uang tersebut diduga terkait pencalonan Bowo sebagai anggota DPR RI di Daerah Pemilihan Jawa Tengah II yang meliputi Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Demak.

Selain itu, Bowo Sidik juga mengaku diperintahkan secara langsung oleh Nusron Wahid untuk menyiapkan 400 ribu amplop untuk digunakan dalam "serangan fajar" itu.(ant)

Baca Juga

loading...