KPK Dalami Aliran Dana untuk Menteri Agama

David Priyasidharta

Sabtu, 27 April 2019 - 10:38

JATIMNET.COM, Jakarta - KPK akan kembali memanggil Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam perkara dugaan penerimaan suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag 2018-2019 terkait aliran uang yang diduga diterima politikus PPP itu.

"Memang tujuannya untuk mengonfirmasi aliran uang itu, tapi kalau yang bersangkutan masih sibuk kan harus kita maklumi juga, tapi nanti akan dipanggil lagi," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK Jakarta, Jumat 26 April 2019.

Pada Rabu 24 April 2019, seharusnya Lukman Hakim menjalani pemeriksaan di gedung KPK sebagai saksi, tapi seorang stafnya memberikan surat ke KPK untuk meminta izin tidak dapat memenuhi panggilan KPK karena ada kegiatan di Bandung.

BACA JUGA: KPK Periksa Khofifah Sebagai Saksi Kasus Suap di Kemenag

"Waktu pemanggilan ulangnya saya kurang tahu, tapi nanti kita lihat saja," ungkap Basaria.

KPK dalam perkara ini menetapkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy alias Rommy, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Dinas Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi sebagai tersangka.

KPK juga sudah menggeledah ruang Menang Lukman Hakim yang merupakan kader PPP di Kemenag dan menyita sekitar Rp 180 juta dan 30 ribu dolar AS. Lokasi lain yang digeledah adalah kantor DPP PPP yaitu ruangan ketua umum, bendahara dan administrasi.

Dalam kasus ini, Rommy diduga menerima uang Rp 250 juta dari Haris pada 6 Februari 2019. Uang itu diperuntukkan agar Haris dapat lolos dalam seleksi sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim.

BACA JUGA: Tak Penuhi Panggilan KPK, Menag Minta Penjadwalan Ulang

Pemberian selanjutnya sebesar Rp 50 juta berasal dari Muafaq untuk mendaftar sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik yang belum diterima karena terjadi OTT pada Jumat 16 April 2019.

Haris sebelumnya mengikuti seleksi terbuka Sistem Layanan Lelang Jabatan Calon Pejabat Pimpinan TInggi 2018/2019. Pertengahan Februari 2019, Kemenag menerima informasi bahwa nama Haris tidak masuk dalam tiga nama yang akan diusulkan ke menteri agama karena ia diduga pernah mendapatkan hukuman disiplin.

Namun, Haris diduga bekerja sama dengan pihak tertentu agar tetap lolos dalam proses seleksi jabatan tinggi di Kemenag sehingga pada 5 Maret 2019 Haris dilantik menjadi Kakanwil Kemenag Jatim. (ant)

Baca Juga

loading...