Paviliun Indonesia berhasil bukukan transaksi USD 2 Juta

Kopi Gayo Hingga Kintamani Ramaikan London Coffee Festival

David Priyasidharta

Kamis, 11 April 2019 - 09:35

JATIMNET.COM, Jakarta - Kopi khas dan premium (specialty) Indonesia berhasil meraih potensi transaksi sebesar USD 2 juta pada partisipasi perdana Paviliun Indonesia di London Coffee Festival 2019.

“Keikutsertaan KBRI London dan Atase Perdagangan London dengan menghadirkan Paviliun Indonesia di London Coffee Festival 2019 ini merupakan yang pertama kalinya," kata Atase Perdagangan London Nur Rakhman Setyoko dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com, Rabu 10 April 2019.

Menurut Nur Rakhman transaksi potensial sebesar USD 2 juta yang berhasil dibukukan itu menujukkan kopi specialty Indonesia digemari masyarakat dunia.

London Coffee Festival merupakan ajang pameran kopi bergengsi dan terbesar di Eropa. Kegiatan ini berlangsung pada 28 - 31 Maret 2019 di Old Truman Brewery, London, Inggris.

BACA JUGA: Di Balik Secangkir Kopi

Partisipasi Paviliun Indonesia di pameran ini terlaksana atas kerja sama Atase Perdagangan London dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London.

Dengan mengusung tema “Home of the World’s Finest Coffee”, Paviliun Indonesia menampilkan 24 varietas biji kopi specialty dari tiga pelaku usaha kopi Indonesia, yaitu Work Coffee Indonesia, PT Seribu Satu Rasa (Walking Drums), dan Ngopi International Limited.

Adapun produk-produknya antara lain kopi gayo, bali kintamani, solok radjo, tolu batak, garut kasuga, enrekang nating, puntang peaberry, flores bajawa, mount halu (Jawa Barat), gunung tilu (Jawa Barat), yang masing-masing memiliki cita rasa yang unik dan khas.

Untuk menarik perhatian dan memperkenalkan kopi specialty, Indonesia juga mengadakan sesi mencicipi kopi (coffee cupping) yang disambut antusias oleh para pengunjung pameran dan pembeli potensial.

BACA JUGA: Kopi, Nektar Para Dewa atau Racun?

Menurut Nur Rakhman, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada pengunjung dan buyer potensial yang hadir agar dapat merasakan cita rasa kopi specialty Indonesia secara langsung.

"Promosi kopi Indonesia di London Coffee Festival 2019 ini diharapkan dapat menjadi sarana efektif untuk mempromosikan kopi Indonesia sekaligus memperkenalkan keberagaman kopi Indonesia di pasar Inggris," imbuhnya.

Selama ini, lanjut Nur Rakhman, kopi yang cukup dikenal di pasar Inggris adalah kopi Gayo dan kopi Mandhailing. Kopi specialty Indonesia diharapkan secara lebih luas dapat menjadi pilihan utama di kalangan masyarakat Inggris.

Nur Rakhman juga menyampaikan, minum kopi telah menjadi suatu tren gaya hidup baru bagi sebagian besar masyarakat Inggris. Berdasarkan British Coffee Association (BCA), setidaknya 95 juta cangkir kopi per harinya dikonsumsi masyarakat Inggris pada 2018.

BACA JUGA: Adakah Hubungan Antara Kopi dan Kanker Paru?

"Sebagai salah satu negara produsen dan pemasok kopi terbesar di dunia, Indonesia harus dapat memanfaatkan peluang dan potensi besar tersebut dengan meningkatkan ekspor kopi ke Inggris,” tandas Nur Rakhman.

London Coffee Festival 2019 diikuti 250 peserta pameran dan dikunjungi lebih dari 30.000 orang. Para pengunjung, antara lain merupakan importir, pedagang grosir, penyangrai, hingga para pemilik kafe.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik Indonesia, total ekspor kopi Indonesia ke Inggris pada 2018 mencapai USD 24,49 juta dengan volume ekspor mencapai 7,57 ribu ton.

"Diharapkan ke depannya ekspor kopi Indonesia ke Inggris semakin meningkat dan dapat memberikan kontribusi yang besar untuk mencapai target ekspor nonmigas yang sudah ditetapkan pemerintah," pungkasnya.

Baca Juga

loading...