Khofifah Anggap Potensi Zakat Masih Besar

Baehaqi Almutoif

Senin, 6 Mei 2019 - 11:27

JATIMNET.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut potensi zakat cukup besar. Namun sejauh ini pengelolaan zakat belum dimaksimalkan dengan baik.

Informasi yang diterima Khofifah, secara nasional potensi zakat mencapai Rp 213 trilliun, namun yang efektif terkumpul baru Rp 6 trilliun.

“Jadi masih jauh dari potensi zakat yang mestinya bisa kita maksimalkan,” ujar Khoffah usai apel pagi di Kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan Surabaya, Senin 6 Mei 2019.

Dia mengajak kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim untuk beramal dan berzakat.

BACA JUGA: 21 Ribu Apem Meriahkan Tradisi Megengan di Surabaya

Cara yang digunakan Khofifah untuk memaksimalkan infaq para ASN ini cukup unik. Gubernur kelahiran Surabaya itu membuat pohon palsu yang dahannya digantung sodaqoh dari pegawai.

“Kita pasang di sini bukan untuk riya, tapi sebagai refrensi. Ayo zakat dong,” tuturnya.

Khofifah berharap penyaluran zakat yang maksimal dapat membantu berbagai persoalan di Jawa Timur seperti, pengentasan kemiskinan. Penanganan fakir miskin diyakini lebih efektif dengan semakin besarnya zakat yang dikumpulkan.

Selain itu pemberian beasiswa terhadap anak-anak kurang mampu bisa lebih banyak lagi jumlahnya. “Mungkin untuk guru ngaji, kita bisa memberikan ruang yang lebih baik," ungkapnya.

BACA JUGA: Bawang Putih Impor Masuk Jatim Pekan Pertama Ramadan

Di tempat yang sama, Ketua Basnaz Jawa Timur Abdussalam Nawawi mengatakan, rata-rata dalam setahun pihaknya dapat mengumpulkan zakat sebesar Rp 9,3 milliar. Dari jumlah tersebut 34 persennya berasal dari ASN di lingkungan Pemprov Jatim.

“Itu yang Basnaz provinsi, kalau seluruh Jawa Timur ada juga tambahan dari Basnaz di tiap kabupaten/kota,” kata Nawawi.

Basnaz memiliki lima program penyaluran seluruh dana yang berhasil dihimpun. Kelima program itu, Jatim Cerdas untuk pendidikan, Jatim Sehat untuk kesehatan, Jatim Makmur untuk ekonomi, Jatim Berbudi untuk duafa fakir dan bencana dan terakhir Jatim Taqwa untuk persoalan agama.

“Basnaz kerja bukan hanya Ramadan, tapi sepanjang tahun. Kami sudah punya rencana kegiatan penghimpunan dan penyaluran itu setiap tahun dan disahkan Basnaz pusat," tandasnya.

Baca Juga

loading...