Bawang Putih Impor Masuk Jatim Pekan Pertama Ramadan

Baehaqi Almutoif

Rabu, 1 Mei 2019 - 11:55

JATIMNET.COM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bawang putih impor diperkirakan masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak pada Jumat 10 Mei 2019 mendatang. Hal ini diungkapkan gubernur perempuan pertama Jatim ini saat melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Wadungasri Kecamatan Waru, Sidoarjo, Rabu 1 Mei 2019.

Dalam sidak ini, Khofifah mendapati harga sejumlah bahan kebutuhan pokok dan bumbu dapur alami kenaikan, semisal Bawang putih. Ia mengatakan kelangkaan membuat harga jenis kuting meningkat dari normalnya Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 40.000 per kilogram.

"Ini harus segera mendatangkan suplai, jadi harus impor. Insha Allah akan masuk Pelabuhan Tanjung Perak tanggal 10 Mei 2019, sehingga kami harap tanggal 15 Mei 2019 sudah masuk pasar," ujar Khofifah.

Data Dinas Perdagangan dan Peridustrian (Disperindag) Jawa Timur menyebut, bawang putih impor segera masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 84 ribu ton. Dari jumlah tersebut, 15 ribu ton menjadi jatah Jawa Timur.

BACA JUGA: Impor 84 Ribu Ton Bawang Putih Segera Masuk Jatim

Gubernur kelahiran Surabaya telah menghitung bahwa total impor bawang putih ini sudah mencukupi kebutuhan di Jawa Timur yang mencapai 4.960 ton per bulan. "15 ribu ton itu cukup untuk tiga bulan," ungkapnya.

Selain bawang putih, kenaikan komoditi juga terjadi pada telur, daging ayam, dan gula. Khofifah mengatakan, kenaikan harga sejumlah bahan pokok itu bukan karena stok yang berkurang, melainkan karena meningkatnya permintaan jelang Ramadan.

"Sama dengan ayam, kalau harga eceran tertinggi (HET) Rp 20.000 per kilo, kini ada yang menjual Rp 33.000. Permintaan tinggi, tapi suplai cukup. Gula ada sedikit kenaikan dari Rp 11.500 ke Rp 12.000 sampai Rp 12.500," ungkapnya.

Andy, salah satu pedagang daging ayam mengaku harga per kilonya naik sejak sepekan terakhir. Yang semula Rp 30.000 per kilogram, terus merangkak menjadi Rp 33.000 per kilogram hari ini.

BACA JUGA: Redam Kenaikan Harga Bawang Putih, Jatim Gelar Operasi Pasar

"Stoknya tidak masalah sebenarnya, tapi ya yang beli banyak. Meskipun harga naik, yang beli tetap ramai," kata Andy.

Kepala Kantor Perwakilan Bulog Divisi Regional Jawa Timur Muhammad Hasyim mengatakan, tetap akan melakukan operasi pasar beberapa kali sampai lebaran. Terutama untuk komoditi beras, gula pasir, tepung terigu, dan minyak goreng.

"Operasi pasar sekalipun ibu (gubernur) katakan harga stabil, kami tetal operasi pasar di Ramadan ini. Supaya jangan nanti sudah naik baru kita operasi pasar-kan, sudah sulit," kata Hasyim.

Bulog memastikan mulai 2 Mei 2019 sudah melakukan operasi pasar. Kegiatan ini rutin dilakukan hingga 29 Mei 2019.

Baca Juga

loading...