Minggu, 26 April 2026 03:00 UTC

Sejumlah warga di Kabupaten Ngawi sedang mengambil air bersih yang didistribusikan petugas BPBD Jawa Timur, Kamis, 30 September 2021. FOTO. BPBD Jawa Timur
JATIMNET.COM, Surabaya – Musim kemarau tahun ini berpotensi ekstrem seiring dengan terjadinya El Nino, yakni fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur. Maka, cuaca akan terasa lebih panas dibandingkan sebelumnya.
Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut curah hujan pada musim kemarau 2026 diprediksi di bawah normal.
Namun demikian, tingkat kekeringannya diprediksi masih lebih rendah bila dibandingkan pada musim kemarau pada tahun 1997, 2005, 2025 atau 2019.
Di Jawa Timur, sebagian wilayah mulai memasuki fase awal musim kemarau pada April dan Mei 2026.
BACA: Khofifah Ingatkan Tantangan Sektor Pertanian Saat Puncak Musim Kemarau
Guna menekan risiko dan dampak bencana akibat musim kemarau, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan.
Menurutnya, dengan kesiapsiagaan, upaya antisipasi bisa dilakukan secara terencana, terukur, dan berbasis data yang akurat.
Hal ini dinyatakan penting untuk melindungi warga dari berbagai ancaman bencana hidrometeorologi.
“Saya mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman kemarau ekstrem yang dipicu fenomena El Nino,” katanya dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 di Surabaya, Minggu, 26 April 2026.
BACA: Sebut Jatim Lumbung Pangan Nasional, Khofifah: Ini yang Harus Kita Jaga
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menginstruksikan para bupati/wali kota se-Jawa Timur lebih proaktif dalam melakukan mitigasi bencana dampak musim kemarau.
Permintaan itu sesuai dengan tema Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026, yakni “Siap untuk Selamat: Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”
“Mereka harus mengambil langkah konkret sebelum puncak kemarau tiba, guna memitigasi risiko bencana secara ekektif,” tegasnya.
