Kamis, 11 June 2026 11:06 UTC

Ilustrasi manusia silver. Dok: Jatimnet
JATIMNET.COM, Tuban – Kisah seorang remaja di Kabupaten Tuban menjadi sorotan setelah terjaring razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang digelar Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban. Remaja berinisial AYS (15), warga Kecamatan Plumpang, mengaku menjadi manusia silver untuk mengumpulkan biaya kembali ke pondok pesantren di Kediri.
AYS diamankan petugas saat beraktivitas di kawasan Perempatan Kapur bersama seorang remaja lainnya. Kepada petugas, ia mengaku baru sekitar satu minggu turun ke jalan sebagai manusia silver.
Menurut pengakuannya, uang yang diperoleh dari aktivitas tersebut akan digunakan untuk kebutuhan kembali ke pondok pesantren tempat ia menempuh pendidikan agama.
Klaim dari AYS mencerminkan kondisi yang masih dihadapi sebagian anak di daerah, yakni keterbatasan ekonomi yang mendorong mereka mencari penghasilan di usia yang masih sangat muda.
BACA: Razia “Manusia Silver”, Masyarakat Diimbau Tak Beri Pengemis Jalanan
Meski demikian, aktivitas yang dilakukan AYS tetap melanggar aturan daerah terkait aktivitas meminta-minta di jalan umum tanpa izin. Karena itu, petugas melakukan penertiban dan membawa yang bersangkutan untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.
Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban, Sutaji, mengatakan penertiban dilakukan saat petugas menggelar patroli PMKS di kawasan Perempatan Kapur.
“Kami mengamankan dua anak di bawah umur yang melakukan aktivitas meminta-minta dan mengamen di jalan umum. Setelah didata dan diberikan pembinaan awal, keduanya kami limpahkan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujar Sutaji, Kamis, 11 Juni 2026.
Selain AYS, petugas juga mengamankan seorang anak berinisial RAR (14), warga Kecamatan Tuban. Remaja tersebut diketahui telah cukup lama mengamen untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
BACA: Harga Pertamax Naik, Warga Tuban Beralih ke Pertalite
RAR bahkan telah putus sekolah sejak jenjang sekolah dasar. Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri karena menunjukkan masih adanya anak-anak yang rentan turun ke jalan untuk bertahan hidup.
Setelah penertiban dilakukan, kedua anak tersebut diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Tuban untuk menjalani asesmen dan pendampingan. Pemerintah daerah berharap mereka tidak kembali beraktivitas di jalanan setelah mendapatkan pembinaan.
